
Hal itu diungkapkan Kepala Desa Papan Asri. Kecamatan Abung Semuli, Hi. Khasbi, Senin (30/01/2023).
Menurut Khasbi, dari hasil pengamatan dan laporan warga, kawanan pelaku pencuri hewan ini bergeraknya cepat, sering pada waktu menjelang subuh dan kalaupun aksinya kepergok sama orang, posisi mereka selalu sudah siap jalan pakai mobil sambil mengeluarkan suara letusan, wargapun jadi takut untuk mengejar.
” Minggu lalu bahkan sampai ada warga desa di Kecamatan kita yang meninggal ditembak oleh pelaku,” ujarnya.
” Terus terang dengan tertangkapnya pelaku pencurian hewan oleh pihak Polres Lampung Utara warga banyak yang bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada Polisi, terkhusus saya dan kami siap medukung petugas, ” imbuh Hi. Khasbi.
Mereka para pelaku itu tidak segan-segan untuk membunuh bila dikejar warga, buktinya satu orang kira-kira lebih seminggu yang lalu ada warga (Ilham) yang meninggal ditembak pelaku.
” Dengan adanya tersangka yang ditangkap pihak Kepolisian Polres Lampung Utara bersama Polda Lampung, saya atas nama masyarakat berterima kasih dan mengapresiasi atas keberhasilan mengungkap pelaku pencurian hewan yang bersenjata itu dan kami siap mendukung petugas,” tutup Marwan.
Secara terpisah terkait pengungkapan kasus pencurian hewan ternak bersenjata api yang terungkap, Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP Eko Rendi Oktama, S.H. mengatakan, dari laporan yang ada, terhadap terduga pelaku FRZ tercatat ada lebih dari lima TKP. (Elman).
Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).