Daerah Penghasil Kelapa Sawit di Kaltim Terkena Dampak Kelangkaan Minyak Goreng

Kutai Kartanegara, Kaltim – Beritainvestigasi.com. Polemik Kelangkaan minyak goreng sejak 2 pekan lalu kian hari kian menuai keluhan rakyat secara Nasional. Tak terkecuali dengan warga di Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Kembang Janggut yang memiliki luas area dikelilingi oleh beberapa perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit produksi dan dihuni oleh mayoritas warga yang berprofesi sebagai pekebun Kelapa Sawit saat ini mengalami krisis bahan pangan berupa minyak goreng. Tak disangka, kecamatan Penghasil minyak Kelapa Sawit (CPO) terbanyak di Kabupaten Kukar ini, juga terkena dampaknya.

Puluhan Warga Desa Kelekat, Kecamatan Kembang Janggut, pada Sabtu (12/03/2022) beramai-ramai mendatangi warung dan pasar untuk mencari pasokan minyak goreng, namun hal tersebut sia-sia lantaran warung Sembako dan pasar beberapa hari ini tidak terlihat lagi mengecer minyak goreng.

Mang, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT, 37 thn) warga Kelekat mengaku, sudah banyak mendatangi warung, tapi hasilnya, minyak goreng tidak ada.

“Saya sudah banyak mendatangi warung hari ini, namun tidak satupun yang menjual minyak goreng. Bukan cuma di Desa Kelekat tapi di desa lain juga sama. Kami berharap pemerintah setempat atau Pak Camat bisa mengupayakan ke Hilir (Samarinda) soal kekurangan minyak goreng. Kami takut besok lusa minyak goreng makin susah dicari,” pungkas mang pada awak media, Sabtu sore, (12/03/2022).

Dilangsir dari jpnn.com, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Joko Supriyono mengungkapkan fenomena kelangkaan minyak goreng yang terjadi saat ini.

Menurut Joko, kelangkaan itu terjadi akibat kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya belakangan ini sangat besar menyusul lahan perkebunan sawit semakin terbatas
“Sementara itu, permintaan minyak goreng terus meningkat,” ungkap Joko, Selasa (8/1).  (Hos H).

Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).