Kapolres Rohul dan Kapolsek Ujung Batu Bungkam Soal Penyalahgunaan BBM Subsidi, Dapat Setoran?

Riau, Rohul658 Dilihat

Rohul, Riau – Beritainvestigasi.com. Dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Solar di SPBU 14.284.605 yang terletak di Jl. Sudirman, Ujung Batu, Rokan Hulu, bukan isapan jempol.

Pasalnya, dari hasil investigasi sejumlah Awak Media selama dua hari (27 dan 29 Mei 2025), aktivitas pengisian BBM bersubsidi jenis Solar di SPBU 14.284.605 didominasi oleh  truk-truk yang disinyalir sebagai truk pelangsir yang tangki kendaraannya sudah dimodifikasi. Bahkan, puluhan jerigen yang berada di dalam bak truk atau mobil penumpang menunggu antrian untuk diisi BBM subsidi. Ini dilakukan secara terang-terangan pada siang hari.

Ironisnya, lokasi SPBU tersebut berada di jalan Utama dan tidak jauh dari Kantor Polsek Ujung Batu, namun tidak tampak adanya upaya penindakan dari pihak kepolisian setempat.

Didapat informasi, aktifitas tersebut telah berlangsung lama, terorganisir sehingga tak tersentuh hukum karena diduga ada kerjasama antara pihak SPBU, Mafia BBM, Oknum APH dan dibackingi oleh “U’ yang disebut-sebut merupakan Oknum Anggota TNI.

Salah seorang Ketua LSM Pelopor yang intens menyoroti praktik-praktik penyalahgunaan BBM subsidi, Sumiarto, saat diminta tanggapannya mengatakan, bahwa keuntungan dari selisih harga antara BBM jenis Solar subsidi dan non subsidi membuat para Mafia BBM tergiur. Untuk melancarkannya, kata Sumiarto, para Mafia akan bekerjasama dengan pihak SPBU. Lalu, dengan Oknum Polisi.

“Sudah bukan rahasia umum lagi kalau penyalahgunaan BBM subsidi yang dilakukan oleh Mafia tak tersentuh hukum. Ditangkap pun, tak lama pasti dilepas. Salah satu pemasukan keuangan Oknum APH ini ya dari setoran para mafia BBM tersebut. Apa mereka mau “uang bulanan” mereka hilang?” tanya Sumiarto.

Oleh karena itu, menurut Sumiarto, arahan Kapolda Riau, Herry Heryawan beberapa minggu lalu kepada seluruh jajaran Polisi di wilayah Polda Riau untuk memberantas mafia lahan dan mafia lainnya, sepertinya hanya sebagai lips service (pencitraan) karena baru menjabat sebagai Kapolda Riau.

“Hampir semua Pejabat di Indonesia bila baru menduduki jabatan akan mengeluarkan kata-kata indah, harapan. Tapi implementasinya nol. Sama halnya dengan Kapolda Riau, meskipun dengan tegas Ia mengatakan akan menindak keras bila ada Polisi di jajaran Polda Riau yang ikut terlibat dengan mafia, sepertinya tak dihiraukan oleh jajarannya. Ini menyangkut “uang setoran” yang akan hilang,” pungkas Sumiarto melalui sambungan telepon WhatsApp, Jumat (30/05/2025) siang.

Saat diminta tanggapannya melalui pesan chat WhatsApp pada Jumat (30/05/2025) terkait aktifitas dugaan penyalahgunaan BBM subsidi  di SPBU 14.284.605, Kapolres Rohul dan Kapolsek Unung Batu, tak memberi respon.

Sementara, Manager SPBU 14.284.605, hingga berita ini dimuat, belum didapat keterangannya.