
Berawal dari viralnya berita di beberapa media online yang memberitakan dugaan perbuatan mesum 2 (dua) Oknum Perangkat Pekon Gedung Agung, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, membuat heboh warga masyarakat setempat.
Pasalnya, apa yang dilakukan ke dua oknum Perangkat Pekon di dalam ruangan kerja Sekdes pada hari Rabu tanggal 29 Desember 2021 terekam camera CCTV yang memperlihatkan adegan mesra kedua oknum tersebut layaknya film dewasa.
Video yang yang berdurasi kurang lebih 2 menit 50 detik tersebut diduga sudah tersimpan di beberapa Andorid milik warga masyarakat pekon setempat yang memperlihatkan CT sedang merangkul dan menciumi EK yang sedang melakukan pekerjaannya di ruangan Sekdes. Terlihat keduanya saling tertawa, sepertinya mereka sudah tidak canggung lagi melakukan adegan tidak senonoh tersebut.
Diduga kuat hal serupa sudah sering dilakukan kedua perangkat pekon tersebut di sela-sela tugas mereka.
Menurut pengakuan CT, keduanya memang memilki hubungan terlarang (pacaran/perselingkuhan) yang sudah mereka jalani sejak satu bulan terahir, dan diakuinya juga bahwa mereka sama-sama sudah memilki pasangan hidup masing-masing yang diikat tali pernikahan dan sudah memiliki anak.
“Benar Mas, yang ada di rekaman video itu memang saya dan EK, kami baru satu bulan pacaran,” ucap CT tersipu malu.
“Ya bang, Saya sudah peringatkan Kakon melalui Sekdes, apabila Kakon tidak segera mengambil tindakan, maka nanti kepercayaan masyarakat kepada Kepala Pekon akan menurun. Karena permasalahan ini adalah permasalahan tabu sekali bagi masyarakat pekon.
Terpisah, Iswandi, Ketua BHP saat dihubungi melalui via telpon menerangkan, saya sudah merapatkan semua Anggota Badan Himpunan Pekon (BHP) dan beberapa Tokoh Adat, Agama, Pemuda, semuanya sepakat agar kedua perangkat Pekon tersebut di berhentikan. Bahkan, Camat sudah beberapa kali turun ke Pekon kami dan merekomendasikan agar perangkat tersebut di rumahkan. Namun, sepertinya Kakon tidak mengindahkan sama sekali surat resmi dari saya selaku Ketua BHP. Jadi seakan-akan saya beserta anggota dan tokoh masyarakat semua di abaikan, ada apa di balik ini semua? ” paparnya. (21/02/2022).
Lain halnya dengan Ibu-ibu pendemo. Kepada media ini menerangkan, kami sudah cukup sabar dan bijak menunggu tindakan tegas Kepala Pekon, namun sampai hari ini salah satu oknum perangkat Pekon yang diduga kuat pelaku perbuatan mesum belum juga di berhentikan, selalu Kakon mempersoalkan bukti.
” Apakah rekaman dan pengakuan CT itu tidak cukup alasan untuk memberhentikan oknum tersebut, tegasnya dengan nada kecewa
Sampai berita ini ditayangkan, Kakon, Sekdes dan Perangkat Pekon yang lainnya tidak dapat dikonfirmasi apa alasan Kakon mempertahankan oknum yang diduga kuat pelaku perbuatan tidak senonoh, meskipun nomor mereka aktif. (Wesly).
Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).