
Sumber daya alam yang dikelola KPH Banyuwangi Utara adalah kayu jati, getah pohon Pinus, dan hasil rimba lainnya. Hasil yang terbesar dari pengelolaan sumber daya alam adalah kayu jati. Dari pengelolaan itu, KPH Banyuwangi menjadi salah satu penyumbang pendapatan terbesar dari Perhutani Divre Jawa Timur. Hal itu diutarakan Administratur (ADM) KPH Banyuwangi Utara, Haris Suseno.
“Pencapaian pendapatan sampai dengan 10 September 2021 terhadap RKAP sebesar 81 %, dan 116 % dari NPS. Kemudian laba rugi KPH Banyuwangi Utara membukukan penghasilan 118 % dari RKAP, serta 145 % dari NPS. Dengan sisa waktu 3 bulan, KPH Banyuwangi Utara optimis bisa lampaui target,” ungkap Haris Selasa (28/09/2021).
Diluar dari penyumbang pendapatan terbesar di Perhutani Divre Jawa Timur, KPH Banyuwangi Utara dalam pengamanan hutan tergolong aman dan kondusif.
Dalam pencapaian yang luar biasa, mulai menjadi KPH penyumbang pendapatan terbesar Perhutani Divre Jawa Timur, dan kondusif dalam keamanan hutan. Haris mengungkapkan rahasia dari keberhasilan tersebut.
Ada 2 hal penting yang harus selalu dipegang, yakni Komitmen dan Motivasi. “KPH Banyuwangi Utara, saya tanamkan komitmen bersama. Pertama Tugas Kami Penting. Kedua, Kami Dipercaya. Ketiga, Kami Memiliki Tanggungjawab. Keempat, Kami Team Sukses KPH Banyuwangi Utara,” ujar Haris.
“Untuk meningkat kinerja dalam bekerja selain komitmen harus mempunyai motivasi yang tinggi sehingga selalu semangat dalam bekerja. “Sehat, Selamat, Sukses, Luarbiasa,” ujar Haris.
“Dengan banyaknya manfaat dari pohon, sehingga perlunya kesadaran dari masyarakat untuk melestarikan pohon di hutan, bukan hanya untuk kita tapi untuk anak cucu kita kelak, pungkas Haris. (Wes/red).