Bah !!, Kapitra Ampera Sindir Gubernur Riau : Pemimpin Jangan Hanya Mengeluh

Riau, Rohul636 Dilihat

Pekanbaru, Riau- Beritainvestigasi.com Sosok Dr.H.Kapitra Ampera, S.H.,M.H tentu tak asing lagi. Dia adalah Aktivis, Politisi, sekaligus praktisi hukum asal Riau yang kerap tampil di berbagai stasiun televisi nasional. Kapitra dikenal Vokal menyuarakan pandangannya terkait isu-isu hukum dan kebangsaan.

Dulu, Kapitra dikenal publik sebagai bagian dari kelompok yang berafiliasi dengan Petamburan, dengan sosok Habib Rizieq Shihab — pendiri sekaligus Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) — sebagai tokoh sentralnya. Namun seiring waktu, Kapitra memperluas jejaringnya dan kini lebih dikenal sebagai bagian dari kelompok Lenteng Agung, atau yang disebut juga Grup Diponegoro, yang terafiliasi dengan PDI Perjuangan. Kapitra , kini aktif sebagai kader partai tersebut dan kerap menjadi juru bicara di berbagai forum publik.

Menariknya, pada Kamis (8/5/2025), Kapitra menyempatkan diri hadir di Pairing Coffee “Connecting Feeling” di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, berdiskusi santai bersama sejumlah kolega, termasuk Ketua DPD KNPI Provinsi Riau, Larshen Yunus.

Dalam pertemuan singkat itu, Kapitra menyoroti persoalan defisit anggaran yang menurutnya tak hanya terjadi di Riau, tetapi, merata di seluruh Indonesia. Ia menyampaikan keyakinannya bahwa seorang pemimpin yang kompeten tetap bisa bekerja untuk rakyat meski dengan keterbatasan anggaran.

“Kalau Saya menjadi Gubernur Riau, tanpa APBD pun Saya yakin masih bisa berkarya untuk Masyarakat,” ucap Kapitra, seolah mengkritik Gubernur Riau Abdul Wahid, yang dinilainya terlalu sering mengeluh soal kondisi anggaran (APBD, red).

Menanggapi Ungkapan Kapitra, Larshen Yunus mengaku kagum dan menilai masyarakat Riau seolah telah salah memilih pemimpin. “Penjelasan beliau sangat padat dan gagasannya luar biasa. Kami, generasi muda, jadi semakin bersemangat. Terima kasih atas waktunya, Bang Kapitra,” ujar Yunus.

Aktivis antikorupsi yang juga dikenal sebagai pegiat isu lingkungan, kehutanan, dan perkebunan itu menyebut bahwa Kapitra memiliki kapasitas di atas rata-rata, bahkan tanpa embel-embel jabatan publik. Ia juga menyindir kinerja wakil Riau di parlemen pusat, yang menurutnya belum menunjukkan kiprah yang signifikan meski jumlahnya mencapai 13 anggota DPR RI dan 4 anggota DPD RI.

Hingga akhir pertemuan, Kapitra tetap terlihat energik dan penuh semangat membicarakan kepentingan rakyat. Diakhir sesi, Larshen Yunus menyampaikan harapan agar suatu saat ada regulasi yang memungkinkan pergantian pemimpin di tengah jalan.

“Kalau itu terjadi, sudah sepantasnya jabatan Gubernur Riau diserahkan kepada Bang Kapitra Ampera. Riau butuh pemimpin yang cerdas, tegas, dan taktis. Bukan yang terus mengeluh soal defisit anggaran,” tegas Larshen Yunus, yang juga dikenal sebagai relawan Prabowo-Gibran, lewat pernyataan Pers nya kepada awak Media, Kamis (8/5/2025). (Hs/TIM BI)