
Acara tersebut disaksikan langsung oleh jajaran Forkopimda, pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), tokoh masyarakat, serta ratusan pesilat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Ketapang.
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga prestasi, melainkan identitas budaya yang menanamkan nilai disiplin, keberanian, dan pengendalian diri. Menurutnya, kejuaraan ini harus menjadi wadah pembinaan jangka panjang bagi para atlet muda.
”Di atas kemenangan dan kekalahan, ada hal yang jauh lebih penting, yaitu persiapan yang matang dan berkelanjutan. Kejuaraan ini adalah panggung seleksi sekaligus pembinaan agar atlet kita siap menghadapi persaingan di jenjang yang lebih tinggi,” tegas Alexander Wilyo.
Ia meminta IPSI Kabupaten Ketapang untuk bergerak cepat menyusun program Training Camp (TC) bagi para pesilat berprestasi. Pembinaan atlet tidak boleh terhenti saat kompetisi usai, melainkan harus terus didampingi agar siap bersaing di tingkat Provinsi Kalimantan Barat hingga nasional.
”Yang berprestasi harus kita bina, yang punya potensi harus kita dorong. Jangan sampai atlet kita baru dipersiapkan ketika pertandingan sudah dekat,” tambahnya.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam pembangunan sumber daya manusia yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing melalui jalur olahraga.(Verry)