
Dalam sambutannya, Wabup menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan ibadah yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan spiritual yang kuat.
Ia meminta seluruh calon jemaah mempersiapkan diri sebaik mungkin, terutama menjaga kesehatan selama berada di Arab Saudi. Menurutnya, kondisi fisik menjadi faktor penting agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan maksimal.
“Jangan memaksakan diri ketika kondisi tubuh tidak memungkinkan. Keselamatan dan kesehatan juga bagian dari ibadah,” tegas Jamhuri Amir.
Selain soal kesehatan, Wabup juga mengingatkan para jemaah untuk menjaga nama baik daerah dan bangsa Indonesia dengan menunjukkan sikap disiplin, santun, dan saling membantu selama di Tanah Suci.
Tahun ini, kata dia, jemaah haji asal Ketapang tidak didampingi petugas khusus dari daerah akibat adanya aturan baru pemerintah pusat. Karena itu, ia meminta seluruh jemaah tetap kompak dan saling menjaga satu sama lain.
“Walaupun tanpa pendamping daerah, saya yakin bapak dan ibu bisa saling membantu dan tetap mengikuti arahan petugas haji,” ujarnya.
Wabup juga mengajak calon jemaah meluruskan niat ibadah semata-mata karena Allah SWT agar seluruh proses ibadah berjalan lancar dan penuh keberkahan.
Ia berharap seluruh jemaah asal Ketapang dapat kembali ke tanah air dengan selamat serta memperoleh predikat haji yang mabrur dan mabruroh.
Kegiatan pembekalan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan calon jemaah haji sebelum bertolak menuju embarkasi dan melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci Mekkah.(Vr)