
Rokan Hulu, Kepri – Beritainvestigasi.com. Bupati Rokan Hulu (Rohul), H.Sukiman memimpin Apel gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning (LK) Tahun 2022, Jum’at (22/4/2022) pagi pukul 08.00 WIB di Halaman Kantor Bupati.
Operasi Ketupat LK 2022, Polres Rohul dengan tema “Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2022, wujud sinergi Polri dengan instansi terkait untuk menjamin masyarakat aman dan sehat dalam Perayaan Idul Fitri 1443 H”.
Terpantau, pada kegiatan tersebut, bertindak sebagai Pimpinan Apel Bupati Rohul, H. Sukiman, Perwira Apel Kasat Lantas Polres Rohul, AKP Bagus Harry Priyambodo, S.I.K dan Komandan Apel Kanit Reg Ident Sat Lantas Polres Rohul, Iptu Efendi Lupino, Pembawa Acara, Devi Anggraini, S.Ak.
Kemudian, Pembawa Baki, Briptu Riean Maslini, Pembaca Doa, Aipda Zulpendi, kemudian 4 perwakilan dari TNI, Polri, Dishub dan Satpol PP untuk pemasangan Pita tanda Operasi Ketupat LK 2022.
Susunan Peserta Apel, 1 SST TNI, 1 SST Sat Samapta, 1 SST Sat Lantas, 1 SST Gabungan Staff, 1 SST Gabungan Sat Intelkam, Sat Reskrim dan Sat Resnarkoba, 1 SST Dishub, 1 SST Sat Pol PP, 1 SST Polsus Lapas, 1 SST BPBD, 1 SST Senkom, 1 SST Dinkes, 1 SST Pramuka dan lainnya.
Rangkaian Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat LK 2022, Komandan apel memasuki lapangan apel, Bupati Rohul bersama Forkopimda tiba di lapangan apel, Bupati, bertindak sebagai pimpinan apel menuju mimbar apel.
Kemudian, penghormatan kepada pimpinan apel, laporan komandan apel dilanjutkan dengan pemeriksaan pasukan, laporan perwakilan pemasangan Pita Tanda Operasi Ketupat LK 2022.
Dalam kesempatan itu, Delapan Poin amanat dan arahan Kapolri dibacakan Bupati Rohul, H Sukiman, termasuk pengendalian Wabah Covid-19 jelang Lebaran Idul Fitri 1443/tahun 2022, jatuh pada 2 dan 3 Mei 2022.
Apel gelar pasukan Operasi Ketupat LK 2022, berakhir pukul 09.15 WIB, selama kegiatan berlangsung situasi terdapat dalam keadaan aman terkendali.
Pasca Apel, Kapolres Rohul, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito, S.I.K menjelaskan
pelaksanaan Apel Gelar Pasukan ini untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif pada perayaan hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.
Lanjutnya, perayaan hari raya Idul Fitri sudah menjadi bagian dan tradisi masyarakat Indonesia untuk melaksanakan kegiatan ibadah, berkumpul dan bersilaturahmi, pemerintah telah menetapkan libur nasional hari raya Idul Fitri 1443. Berbeda dengan Idul Fitri tahun lalu, untuk tahun ini pemerintah memberikan kelonggaran kepada masyarakat untuk melaksanakan Mudik Lebaran.
Sambungnya, Motorik Masyarakat dan mobilitas serta uforia masyarakat yang akan melaksanakan Mudik Lebaran, walaupun kini masih dalam situasi Pandemi Covid-19 sudah terkendali. Namun, perlu tetap melaksanakan aturan dan prosedur protokol kesehatan yang sudah ditentukan pemerintah, sehingga adanya kemungkinan terjadinya transmisi Covid-19 bisa kita kendalikan,” harapnya.
Untuk itu, kata AKBP. Eko, Polri didukung oleh TNI, Pemerintah Daerah, pemangku kepentingan lainnya terus bersinergi dalam mensukseskan pelaksanaan Operasi Ketupat LK 2022.
Masih AKBP. Eko Wimpiyanto Hardjito S.I.K, menerangkan, pelaksanaan pengamanan Idul Fitri ini tentunya tidak lepas dari kebijakan Pemerintah, melalui Imendagri Nomor 22 tahun 2022 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat.
Adapun langkah-langkah yang harus dilaksanakan melakukan himbauan dan pengawasan disiplin Prokes, mendorong pengelola tempat wisata dan perbelanjaan untuk memastikan aplikasi PeduliLindungi.
Selanjutnya, penjagaan dan pengamanan ibadah Sholat Idul Fitri di masjid dan lapangan dan mengawasi mobilitas transportasi dengan melakukan rekayasa lalu lintas agar meminimalisir kemacetan dan konsentrasi arus mudik dan arus balik dan melakukan Swab tes acak serta memastikan bahwa pelaku perjalanan sudah mendapatkan Vaksin Boster. Lebih lanjut, Perwira dengan Dua Melati dipundaknya itu mengatakan, Operasi ketupat ini dilakukan untuk menciptakan rasa aman, nyaman dan kelancaran bagi seluruh masyarakat dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri nanti.
“Nanti ada pos pengamanan, ada pos pelayanan dan ada pos terpadu, pos terpadu ini dengan instansi terkait di mana digunakan untuk beberapa fungsi selain untuk pusat informasi, juga digunakan sebagai sarana tempat istirahat sementara bagi para pengemudi tentunya juga ada gerai vaksin bagi yang belum vaksin,” pungkasnya.
Ditambahkannya, bahwa Operasi terbagi dalam Satgas antara lain, Sat.Ops, Satgas Preventif, Satgas Kamseltibcar LL, Satgas Bayankes, Satgas Gakum dan Satgas BanOps,” tutup AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito, S.I.K mengakhiri.
(H. Sihombing/hms/red)).
Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).