Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Nelayan Tradisional Kota Batam

Batam – Beritainvestigasi.com. Nelayan Tradisional pesisir Pulau Petong Batam yang terdampak langsung pandemi wabah Covid-19 samakin lama mulai nampak resah, apa lagi harga jual ikan semakin anjlok dipasaran sabtu (18/4/2020)

Imbas Covid-19 terlihat nampak para nelayan tradisional P. Petong Batam.
Terkait masalah harga ikan sudah murah, sedangkan harga bahan minyak (BBM) sampai saat ini tidak pernah turun. dengan hal tersebut para nelayan tradisional P Petong Batam menjerit.

Salah satu perwakilan nelayan tradiaional Pulau Pekong Batam Mulayadi S.Pi saat menyampaikan pada media ini mengatakan,” Disini kita emang tidak menyalahkan pihak manapun, namun setidaknya Pemerinah sudah mengambil satu sikap yang tegas dengan nasib nelayan kecil yang tidak memiliki gaji bulanan yang tetap, bahkan penghasilan yang tidak menentu didapati setiap kelaut.

Disini kita juga berharap pada Pemerintah bagaimana caranya untuk tetap menjaga kestabilan harga produk perikanan, macam manapun nasib para nelayan tradisional sangat berharap pada Pemerintah apa lagi nelayan juga sebagai peran dalam ketahanan pangan (Protein) kota Batam.

Dengan adanya permasalahan ini saya berharap DKP baik itu provinsi maupun kabupaten atau kota mempunyai rencana penguatan terhadap hasil tangkapan nelayan, mencari jalan keluar terkait pemasaran agar semua hasil tangkapan nelayan tradisional bisa terserap dengan harga yang sesuai, Dengan demikian harga jual yang stabil.

Bagaimana kebutuhan pasar terhadap produk perikanan terpenuhi dengan memfasilitasi antara Suply dan Demand. Ini yang terpenting mengingat aktivitas masyarakat yang biasanya turun langsung ke pasar membeli ikan sekarang sudah menurunkan akibat wabah Pandemi COVID-19.

Dan juga bisa di buatkan program yang berdampak bagi nelayan, seperti Hari Makan Ikan Serentak dll. Saya rasa hal ini juga perlu dilakukan guna mempercepat pemulihan ekonomi.

Sumber Dan Foto : Mulyadi,S.Pi
Nelayan Tradisional Pulau Petong