oleh

Debt Colector MCF Tanjungpinang Diduga Menarik Motor Tanpa Surat Jaminan Fidusia

Tanjungpinang – BeritaInvestigasi.Com. Customer Mega Central Finance (MCF) cabang Tanjungpinang, Indra Priyadi Koto mengaku kecewa dengan perlakuan Debt Colector MCF Tanjungpinang.

Pasalnya, motor yang ia kredit melalui leasing tersebut ditarik oleh Debt Colector MCF Tanjungpinang dikarenakan menunggak beberapa bulan tanpa bisa menunjukan surat Jaminan Fidusia.

“Memang saya memiliki tunggakan tapi kan karena kondisi pandemic yang belum usai sehingga perekonomian menjadi macet, tapi mereka menagihnya tidak kenal waktu bahkan mereka datang sempat datang kerumah saya pagi, siang malam. Mereka pun sering menghubungi saya tiap waktu tapi setelah motor di titipkan nomor Wa nya langsung di block,” tutur Indra koto kepada media ini, Senin(1/11) malam

Terkait hal itu, Indra Koto sudah mencoba mengkonfirmasi penarikan ini ke manajemen MCF Tanjungpinang. Tetapi mereka berdalih bahwa motor tersebut hanya sekedar dititipkan.

“Sekarang bedanya apa dititipkan sama ditarik, saya tanya surat jaminan fidusia mereka tidak punya yang ada cuma surat mandat dari MCF pusat. Itu pun tidak boleh difoto,” kesal Indra.

Undang-Undang No 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia memberikan jaminan kepada debitur dan kreditur (leasing) dalam proses eksekusi atau penarikan kendaraan yang mengalami kredit macet. Tanpa adanya sertifikat fidusia, debt collector tidak boleh melakukan eksekusi karena berpotensi menimbulkan pidana.

Fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan sebuah benda bergerak yang hak kepemilikannya masih dalam kekuasaan pemilik benda tersebut. Misalnya, seseorang yang mengkredit motor, motor tersebut milik perusahaan leasing akan tetapi hak miliknya dialihkan kepada debitur.

Dalam pelaksanaan eksekusi ini, perusahaan leasing harus melengkapi diri dengan sertifikat jaminan fidusia setelah menempuh upaya somasi terhadap debitur terlebih dahulu. Dalam proses pelaksanaannya, pihak leasing dapat menunjuk atau bekerja sama dengan pihak ketiga (debt collector/tenaga jasa penagihan) untuk melakukan eksekusi (penarikan barang) dengan santun dan beretika.

Hingga berita ini diunggah media ini belum dapat mengkonfirmasi pihak MCF Tanjungpinang terkait dengan permasalahan tersebut.  (Budi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed