Di Karimun, Gubernur Ansar Dorong Pencapaian Target Vaksinasi dan Dukung Program “Nasi Kapau” Polda Kepri

Karimun, Kepri – Beritainvestigasi.com. Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad memulai peninjauan vaksinasi massal di Kabupaten / Kota se-Kepri. Karimun menjadi titik pertama peninjauan itu dengan menyapa para Camat dan Forkopimda yang melaksanakan vaksinasi serentak melalui video conference. Terdapat 12 Kecamatan dan 1 Puskemas yang mengikuti video conference tersebut.

“Pada kesempatan ini, saya meminta kesanggupan para Camat dan Forkopimda kecamatan turut mendukung Pemerintah Provinsi untuk mengejar target vaksinasi sebanyak 50 persen masing-masing kecamatan di akhir Bulan Juni ini. Kekurangan tenaga vaksinator dan peralatan pendukung bisa dikoordinasikan bersama Pemkab, dan kekurangan vaksin akan segera didistribusikan,” kata Gubernur di Gedung Nasional, Karimun, Rabu (09/06/2021).

Ia berharap target 3.000 orang yang divaksin massal hari ini di Karimun dapat terpenuhi. Bahkan diharap lebih karena kehadirannya diharapkan mampu menambah semangat tim vaksinasi dan peserta vaksin seperti saat Presiden Jokowi meninjau vaksinasi di Kepri yang dalam satu hari mampu memvaksin lebih dari 10.000 dosis.

Di Karimun sendiri terdapat 13 sentra vaksinasi dengan tenaga vaksinator sebanyak 105 orang. Target Gubernur selain di Bulan Juni, adalah 70 persen penduduk tervaksin di Bulan Juli. Harapan Gubernur Ansar di Bulan Agustus 100 persen masyarakat Kepri sudah tervaksin. Perhitungan 17 hari mengejar target di akhir Bulan Juni, per hari Kabupaten Karimun harus memvaksin 3.823 orang.

“Kemungkinan lain yang dapat mendorong percepatan vaksinasi adalah vaksinasi pada perusahaan-perusahaan yang karyawannya banyak dan bisa melalui vaksinasi umum. Sekarang juga kita sudah mendapat izin untuk melaksanakan vaksinasi di kawasan perusahaan atau industri tersebut,” ungkapnya.

Gubernur juga mendorong vaksinasi di kecamatan-kecamatan agar dibahas bersama TNI dan Polri, agar program Vaksinasi Menjangkau Pulau (Nasi Kapau) yang digagas Polda Kepri bisa dilaksanakan secara masif. Program tersebut juga sedang diusahakan untuk dibranding ke Pemerintah Pusat.

“Kita juga berharap mudah-mudahan semua daerah mulai dipertimbangkan kembali pembukaan sektor pariwisatanya. Berkaca dari negara lain yang capaian vaksinasinya tinggi seperti Inggris, perkembangan covidnya terus melandai. Harapan kita angka mortality dapat terus kita tekan dan angka kesembuhan terus naik,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Kepri, Irjen Pol Aris Budiman memaparkan, model kerja Vaksinasi Menjangkau Pulau atau “Nasi Kapau”. Program ini adalah usaha menjemput bola untuk vaksinasi ke pulau-pulau di Kepri.

“Dengan wilayah kita yang 96 persen lautan, program ini membutuhkan kapal dan tenaga medis untuk menjangkau pulau-pulau yang banyak. Polri sampai saat ini punya kapal namun belum dapat menjangkau pulau-pulau terluar seperti di Kabupaten Anambas dan Natuna yang ombaknya cukup besar. Dengan dukungan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, Insya Allah target herd immunity akan kita capai,” ujar Kapolda.

Mengenai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, Kapolda menjelaskan, PPKM merupakan lockdown di tingkat RT. Yang keluar masuk wilayah tersebut harus diawasi apalagi jika RT-nya berstatus Zona Merah.

“Jika ada yang terkonfirmasi positif, segera tarik ke isolasi terpadu. Polri mendukung semua yang melaksanakan isolasi mandiri agar ditarik ke isolasi terpadu karena berdasarkan pengamatan jauh lebih efektif. Orang yang terkonfirmasi positif yang dirawat di isolasi terpadu lebih cepat sembuh karena diawasi dan dirawat. Selain itu disana mereka mendapat kolega baru yang menambah semangat untuk sembuh,” kata Kapolda

Turut mendampingi Gubernur, Bupati Karimun, Aunur Rafiq, Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim, Staf Khusus Gubernur, H.Sarafudin Aluan dan Suyono, Kadis Kesehatan, M. Bisri, Kadis PUPR, Abu Bakar, Kaban Kesbangpol, Lamidi, Plt. Kepala Biro Pemerintahan, M. Darwin serta Forkopimda tingkat Kabupaten Karimun.  (Red)

Recommended For You

Redaksi

About the Author: Redaksi

mulai berbenah tahun 2016 hingga sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *