Terjadi Penghadangan, Penumpang Kecewa Tingginya Pungutan Biaya Tarif Penumpang

Terjadi adu argumen antara Pengemudi Travel dan pengurus Indonesia Mandiri Travel di Pelabuhan Teluk Batang. 

 

Kayong Utara, Kalbar – Berita investigasi.com Besarnya pungutan diluar harga tiket menjadi keluhan para penumpang, hal itu diungkapkan salah sorang yang hendak melanjutkan perjalan pulang dari Pelabuhan Teluk Batang menuju Sukadana.

“Kecewa pasti pak…diluar harga tiket saya bertiga diminta 20 ribu per orang jadi 60 ribu, sedangkn di tiketnya ditulis 100 ribu per orang. Yang 20 ribu tidak dimasukan harga tiket, ” ungkap penumpang kepada media ini. Minggu(11/06/2023).

Sempat terjadi perdebatan antara Penumpang dengan pengurus jasa Transportasi angkutan darat yang bernaung dibawah bendera PT. Indonesia Travel.

Hal tersebut juga diunggah di akun Facebook Ijul KKU, yang menyebut “Kembali lagi terjadi penghadangan mobil travel dan adu mulut penumpang dgn pihak PT Indonesia Mandiri Trevel di pelabuhan tlk btg, ” tulis Juminggu di Akunnya.

Juminggu juga meminta pihak pengurus memperjelas besaran retribusi maupun potongan yang di bebankan kepada setiap penumpang maupun kepada pemilik atau pengemudi mobil Travel.

“Coba diperjelas, tarif yang ditetapkan untuk 1 org penumpang yang telah disepakati, ” ujar Juminggu saat dihubungi via WhatsApp Minggu(11/06/2023).

Juminggu menyebut, bahwa dari pengurus PT. Indonesia Travel tiap penumpang dibebankan sebesar Rp 20.000 dengan rincian: biaya ojek Rp15.000, biaya buruh Rp 5.000, dan uang jalan 5. 000.

Menurut Juminggu yang menjadi pertanyaan ketika penumpang dipungut sedangkan penumpang tidak menggunakan jasa ojek maupun jasa buruh kenapa harus dibebankan.

“Harga tiket yang tertera Rp 100.000 per orang, sedang diluar tiket ada pungutan sebesar Rp 20.000,” jelas Pria yang akrab disapa Ijul itu.

Menurut informasi yang diterima media ini, bahwa salah satu pengurus PT. IT yang menarik retribusi adalah salah satu oknum Pegawai di Puskesmas Teluk Batang.

Awak media konfirmasi kepada Ismail Ketua Asosiasi Indonesia Mandiri Travel menerangkan, Sesuai dengan kesepakatan di Dinas Perhubungan, jika pihak Borneo Transport mengambil penumpang di daerah pelabuhan harus dikenai tiket oleh penjual tiket Indonesia Mandiri Travel.

“Sedangkan Ijul kku tidak bersedia di tiket penumpang nye, dia(Ijul-red) bilang sekali sekali ngambil penumpang di pelabuhan. Dan Ijul kku tidak mendegar kesepakatan itu beliu setelah rapat lansung pulang, ” terang Mail.

” Harusnya beliu dengarkan yang disampaikan kepala dinas perhubungan, ” tambah Mail.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Kayong Utara, melalui Kepala UPT Pelabuhan Teluk Batang, dimintai tanggapan, menegaskan bahwa aturan dan mekanisme sudah diatur dalam kesepakatan bersama dan berharap semua pihak mengikuti mekanisme yang ada.

” Sama-sama mengikuti ketentuan yang ada saja,” tegasnya.

 

Penulis: Vr