Diduga Tak Terima Pekerjaan Diberitakan, Oknum Caleg DPRD Sambas Ancam Wartawan

Nasional, Sambas2134 Dilihat

Screenshot pembicaraan di WA group yang berisi ancaman terhadap Sudarsono (Wartawan) 

Sambas, Kalimantan Barat – Beritainvestigasi.com. Intimidasi/ancaman terhadap Wartawan/Awak Media kerap kali terjadi, hal serupa kembali terjadi di Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat yang dialami Sudarsono, Wartawan Media Online Klivetvindonesia.com.

Ancaman terhadap Sudarsono datang dari Seorang Oknum Calon Legislatif (Caleg) dari Partai PDI.P di Kabupaten Sambas yang diketahui bernama Sunardi. Ancaman Sunardi disampaikan melalui Pesan WhatsApp Group pada tanggal 19 November 2023 sekira pukul 21.00 wib.

Diduga adanya intimidasi/ancaman dikarenakan Sunardi merasa terganggu karena adanya pemberitaan terkait pekerjaan yang terbit di Media Online beberapa waktu lalu, yang memuat judul “Bangunan Jalan Pertanian Sudah Mengalami Kerusakan Diduga Tidak Sesuai Spek” yang diterbitkan media online kompas86.com dan “Penyedia Jasa CV.AL GHIFARI Diduga Sengaja Tidak Menyediakan Safety Untuk Pekerja”, yang terbit di Media Online Klivetvindonesia.com.

Menurut Sudarsono, awalnya dirinya tidak tau berita terkait pekerjaan mana yang membuat Sunardi berang.

“Sebenarnya saya tidak tau pemberitaan saya yang mana yang membuat oknum tersebut mengancam saya, namun setelah saya ingat ingat dalam 5 hari ini saya ada memuat pemberitaan terkait JUT, ” terang Sudarsono kepada sejumlah wartawan Selasa (21/11/2023).

Awalnya perbincangan di dalam WA Group biasa saja yang diselingi canda sesama anggota grup yang terdiri dari wartawan dan LSM.

“Saya pun heran pada saat saya berkomunikasi diselingi canda dengan teman wartawan dan LSM melalui pesan didalam grup WhatsApp BeGosip Awak Media Sambas (BAMS), pada tanggal 19 November 2023 lebih kurang lewat jam 21.00 malam, Muncul pesan intervensi pengancaman terhadap saya yang tertulis ” Ku tunggu isuk macam2 kubocorkan palakmu(Ku tunggu besok macam-macam ku bocorkan kepala mu). Serius tok(Ini Serius), Jangan mcm2 ku Sikat(Jangan macam-macam ku sikat),” lanjut terang Sudarsono.

Namun rangkaian pesan tersebut kemudian dihapus oleh Sunardi. Kemudian sempat disarankan oleh salah satu anggota grup agar persoalan pekerjaan dikomunikasikan melalui jaringan pribadi(Japri).

Atas Ancaman yang dilontarkan oleh Sunardi, Sudarsono merasa tidak nyaman dan merasa was-was akan keselamatan dirinya saat melakukan tugas jurnalistik atau peliputan.

“Saya merasa jiwa saya telah terancam sehingga keluarga saya juga tidak tenang setelah saya sampaikan masalah ini, dan tentunya akan saya koordinasikan terlebih dahulu kepada pimpinan media saya untuk mohon petunjuk,”ungkapnya.

Di tempat terpisah, Syafarahman Pimpinan di media klivetvindonesia.com saat mendapat informasi tersebut menyayangkan prilaku oknum yang melakukan ancaman terhadap anak buah nya.

“Sangat disayangkan pelaksana proyek sekaligus Calon Legeskatif ketika dikeritik pekerjaannya tidak menerima, parahnya lagi sampai mengancam akan melukai jurnalis KLTV Indonesia, ” ujar Syarahman.

Pimpinan Media KLTV itu meminta agar APH memproses pelaku yang telah mengancam wartawan nyanya serta menyarankan kepada pimpinan Partai agar mencoret nama Caleg yang dinilai dapat merugikan Partai.

“Kita berharap Polres Sambas tangkap dan penjarakan orang tersebut karna telah mengancam keselamatan dan ada upaya membungkam dunia PERS, ” tegas Syarahman.

“Kepada Ketua DPC PDI-P Kabupaten Sambas dan DPD PDI-P Provinsi Kalimantan Barat agar mencoret nama caleg tersebut, karna bisa mencoreng citra PDI-P secara keseluruhan,”tutupnya.

Team

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *