
Wahyu menerangkan bahwa Perhutani selain hasil kayu, melalui program agroforestry tebu mandiri dan agroforestry porang mandiri bisa mengoptimalkan produktivitas lahan hutan untuk meningkatkan pendapatan perusahaan.
Wahyu juga menerangkan di wilayah Jawa Timur, dengan mengembangkan tanaman porang di kawasan Perhutani Nganjuk dan Saradan, perlu disupport dan kembangkan agar tercipta menjadi KPH mandiri.
” Kita akan meningkatkan produktifitas lahan hutan dengan mengupayakan nilai keekonomian lahan dengan menanam tebu. Dengan mengidentifikasi kearifan lokal, setiap KPH yang bisa dikembangkan dengan tanaman yang dapat dipanen dalam jangka pendek, sehingga ke depan tidak bertumpu pada kayu yang membutuhkan puluhan tahun untuk dipanen,” terangnya.
“Dalam program perhutanan sosial diperlukan sinergi semua jajaran. Program agroforestry tebu mandiri di Jawa Timur, ditanam di wilayah hutan Perhutani KPH Jombang dan KPH Ngawi, sedangkan untuk tanaman agroforestry porang mandiri ada di KPH Nganjuk dan KPH Ngawi,” ungkap Karuniawan. Kamis (30/9/2021). (Wes)