DPD PSI Palembang Ternyata Dipecat Bukan Mengundurkan Diri, Begini Alasannya

Nasional888 Dilihat

 

Pengurus DPD PSI Kena Pecat lantaran melanggar aturan (Foto: ilustrasi) 

Palembang, Sumsel – Beritainvestigaai. com. Sempat dihebohkan Pengurus DPD PSI Palembang mengundurkan diri. Hal tersebut dibantah oleh Hermanto, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Sumatera Selatan (Sumsel).

Hermanto menyebut bahwa para pengurus yang keluar dari PSI bukan mengundurkan diri, akan tetapi yang bersangkutan dipecat, lantaran diketahui melakukan pelanggaran berat.

Sebelumnya sempat jadi perbincangan dan terbit di media online adanya isu pengunduran diri dari pengurus PSI Palembang pada Rabu, 21 Juni 2023 yang disertai aksi melepas Seragam PSI dan atribut partai yang ada di kendaraan.

Tidak hanya itu, mereka juga mencabut berkas pendaftaran untuk calon legislatif (caleg) 2024. Aksi tersebut dilakukan dengan alasan kekecewaan terhadap PSI dan menganggap PSI belum siap untuk menyambut Pemilu 2024. Dikabarkan ada sekira 50 persen pengurus di Palembang yang mengundurkan diri.

Menanggapi perihal tersebut, Hermanto selalu Ketua DPW Sumsel menjelaskan jika para pengurus bukan mengundurkan diri, akan tetapi pengurus PSI Palembang itu dipecat karena dinilai melakukan pelanggaran.

“Kami tegaskan Ketua dan pengurus DPD Palembang sudah dipecat bukan mundur, karena sudah melakukan pelanggaran- pelanggaran yang dilakukannya. PSI memiliki aturan MoU ada kesepakatan sebelum SK keluar,” jelas Hermanto.p

Lebih lanjut Hermanto menjelaskan, pelanggaran dilakukan oleh Toni, mantan Ketua DPD Palembang yang disebut melakukan pungutan sebesar Rp5 juta kepada Bakal Calon Legilatif (Bacaleg).

Menurut Hermanto, pihaknya dari PSI Sumsel telah mengantongi bukti-bukti yang ada dan telah mengirim surat panggilan kepada Toni, namun, yang bersangkutan mangkir dari panggilan itu.

“Nah, bukti- bukti transfer penyataan sikap dan live orang yang dipungut kami ada. Modusnya dengan mengancam akan dicoret dari pendaftaran. Memang yang dipecat pertama Toni karena pelanggaran tadi, dan konfirmasi ke wakil- wakil, sekretaris dan bendahara meminta ketersediaan tetap jadi pengurus tapi mereka menolak, sehingga diganti dengan pengurus baru,” pungkas Hermanto.

Penulis: Red