oleh

Dugaan Mafia Tanah Libatkan CU PS, Lusminto Dewa: Tak Ada Itikad Baik Wwt

Pertemuan di Sekretariat DPC FSBSI tanpa dihadiri Wwt. Selasa (02/08/2022).

Ketapang, Kalbar – Beritainvestigasi.com. Setelah mencuat polemik yang diduga praktik mafia tanah melibatkan CU PS, dari pihak-pihak terkait bersepakat untuk diselesaikan secara musyawarah. Namun, hal tersebut tidak terealisasi karena ada pihak yang dinilai tak punya itikad baik.

Setelah adanya pemberitaan di beberapa media online, dijadwalkan akan diadakan pertemuan mediasi guna penyelesaian persoalan diantara pihak pihak terkait, dimana pertemuan dijadwalkan pada Selasa (02/08/2022) bertempat di Sekretariat DPC FSBSI, Komplek Palem Vista Kalinilam, Ketapang.

Namun musyawarah mufakat yang diharapkan tidak terlaksana, karena tidak dihadiri oleh Wwt sebagai Aktor terduga yang melakukan jual beli SKT tanah dan pinjaman uang ke CU PS.

Ketidakhadiran Wwt membuat berang Ketua DPC FSBSI, Lusminto Dewa. Disinyalir pihak Wwt tidak ada itikad baiknya dalam penyelesaian permasalahan yang sedang bergulir.

“Semestinya kita akan adakan mediasi di kantor FSBSI Selasa 2 Agustus 2022, setelah pertemuan di kantor Pelang kemaren, bahwa ada anggota FSBSI kami dari PT Limpah ada indikasi dari lembaga, terkait simpan pinjam ke CU yang dibawa saudara Wwt, yakni Candra dan Wani’a sampai sekarang tidak tau di mana tanah tersebut dan simpan pinjam ke CU juga tidak ada bukti menyatakan bahwa yang bersangkutan itu sebagai anggota CU, dikarenakan tidak ada buku tabungan dan bukti pembayaran yang seharusnya dipegang yang bersangkutan,” ujar Lusminto Dewa kesal.

Surat undangan mediasi yang difasilitasi oleh FSBSI.

Dewa (panggilan akrabnya) menyatakan bahwa dalam perihal tersebut menjadi atensinya, karena yang menjadi korban adalah anggota dari FSBSI.

“Saya Lusmito Dewa sebagai Ketua DPC FSBSI Kabupaten Ketapang, sangat berkepentingan untuk membantu anggota kami, tentu kami akan membuka dan menyelesaikan secara transparan terhadap anggota kami, kalau tidak ada penyelesaian secara kekeluargaan, maka kami dari DPC FSBSI Kabupaten Ketapang akan membawa permasalahan ini ke ranah hukum, biar Polisi lah yang menentukannya, saya sendiri akan mendampingi anggota saya untuk meminta ini agar segera diproses secara profesional,”ungkap Dewa.

Menurut Dewa titik persoalan ada di Wwt, karena sebagai pemilik SKT awal.

“Jadi yang menjadi titik permasalahan adalah Pak Wwt, sebagai pemilik SKT, pemilik tanah. Wwt yang menjual tanah ini kepada anggota SBSI diagunkan ke CU. Yang menjadi lucu tadi adalah, harga tanah tidak sampai 30 juta, tapi bisa mengeluarkan uang 30juta. Inikan ada sebuah indikasi kerjasama yang tidak baiklah kalau menurut saya, nanti pengembangan hukumlah yang menilai itu semua,” tukasnya.

Sementara itu, Wwt dikonfirmasi awak media via sambungan WhatsApp untuk penjelasan ketidakhadirannya, hingga berita ini diterbitkan tidak ada jawaban. (Vr).

Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.