
Sejumlah elemen masyarakat meminta Polres Ketapang tidak menutup-nutupi proses penanganan kasus yang dinilai telah mencoreng institusi kepolisian.
Desakan tersebut mencuat menyusul diamankannya tiga oknum anggota yang bertugas di wilayah Manis Mata beberapa hari lalu terkait dugaan keterlibatan dalam jaringan peredaran narkoba jenis sabu.
Panglima Besar Laskar Jagadilaga, Daniel, meminta Kapolres Ketapang bertindak tegas dan membersihkan internal kepolisian dari praktik bisnis haram narkotika yang dinilai merusak masa depan generasi muda.
“Jangan ada yang ditutupi. Masyarakat ingin pengungkapan kasus ini dilakukan secara terang-benderang. Kalau memang ada anggota yang terlibat, harus diproses hukum seberat-beratnya,” tegas Daniel.Kamis(28/5/2026).
Ia menilai keterlibatan aparat dalam bisnis narkoba merupakan pengkhianatan terhadap tugas negara dan sangat melukai kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
“Kapolres harus berani membersihkan anggotanya sendiri. Narkoba ini sudah menghancurkan banyak generasi muda di Ketapang. Jangan sampai aparat justru ikut bermain,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan sejumlah tokoh masyarakat di Ketapang. Mereka menilai peredaran narkoba di daerah tersebut sudah berada pada tahap mengkhawatirkan karena mulai menyasar kalangan pelajar dan remaja.
Masyarakat meminta Kapolres Ketapang melakukan inspeksi mendadak serta pemeriksaan internal secara menyeluruh terhadap seluruh anggota, termasuk tes urine berkala dan penelusuran gaya hidup maupun dugaan keterlibatan dalam jaringan narkotika.
“Kalau ada anggota yang terbukti sebagai pemakai apalagi pengedar, harus dihukum berat dan dipecat. Jangan sampai institusi rusak karena ulah segelintir oknum,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
Selain itu, masyarakat juga menyoroti masih maraknya dugaan aktivitas peredaran narkoba di sejumlah titik yang tidak jauh dari pusat Kota Ketapang. Beberapa kawasan seperti Imam Bonjol–Sentap, Sukabangun, Kauman, Naning dan sejumlah lokasi lainnya disebut-sebut kerap menjadi tempat transaksi maupun aktivitas bandar narkoba.
Warga menduga adanya oknum yang membekingi aktivitas tersebut. Pasalnya, dalam beberapa kali upaya penertiban, para pelaku disebut selalu lolos dari target operasi aparat.
“Ini yang membuat masyarakat curiga. Setiap ada operasi, bandar seperti sudah tahu lebih dulu sehingga berhasil kabur. Dugaan adanya kebocoran informasi dan perlindungan oknum harus diusut serius,” ungkap seorang warga.
Masyarakat berharap Kapolres Ketapang tidak hanya fokus pada penangkapan pelaku lapangan, tetapi juga membongkar dugaan jaringan dan oknum yang melindungi bisnis haram tersebut.
Kasus dugaan keterlibatan oknum aparat dalam peredaran narkoba ini kini menjadi perhatian publik. Warga berharap pengungkapan perkara dilakukan secara profesional, terbuka, dan tanpa tebang pilih demi mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum di Kabupaten Ketapang.(Vr)