Fakta Baru Terungkap, Pengendali Peredaran Narkoba di Humbahas Bukan Napi Rutan Humbahas Namum Oknum WBP Lapas Sibolga

Ket. Photo : Para tersangka pengedar narkoba saat ditangkap Polres Humbahas yang diduga dikendalikan oknum napi Lapas Sibolga.

Humbahas, Sumut – Beritainvestigasi.com. Dalam temu pers di Mapolres Humbahas, terungkap fakta baru mengenai tentang siapa sebenarnya pengendali peredaran narkoba di wilayah Humbahas terkait penangkapan peredaran narkotika sabu di Desa Aek Godang Arbaan, Kecamatan Onan Ganjang, Selasa (11/5/2021) lalu.

Dari sebelumnya disebutkan bahwa MAM (52) narapidana di Rutan Klass IIB Humbahas sebagai pengendali ternyata setelah diselidiki, pengendali sebenarnya adalah BH warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Sibolga.

Demikian diungkapkan Karutan Klass IIB Humbahas, Revanda Bangun didampingi Kapolres Humbahas, AKBP Ronny Nicolas Sidabutar, Kasat Narkoba, Rissad Manalu, Kasubsi Pengamanan Rutan MP Tarigan dan Kasubsi Pelayanan Tahanan, Dessail Lubis di Mapolres Humbahas, Selasa (18/5/2021).

“Kita mau meluruskan kekeliruan dan kesalahan informasi terkait oknum narapidana Humbahas yang sebelumnya diduga sebagai pengendali peredaran narkoba. Sesuai dari hasil pemeriksaan pihak Rutan dan pemeriksaan Satres Narkoba Polres Humbahas, MAM bukanlah pengendali, namun hanya sebagai penghubung pada peredaran narkoba tersebut. Pengendali sesungguhnya adalah oknum warga binaan pemasyarakatan Lapas Sibolga inisial BH,” sebutnya.

Dibeberkannya, hal itu terungkap setelah MAM dimintai keterangan di Rutan Klass IIB Humbahas yang juga sesuai dengan hasil pemeriksaan Satres Narkoba Polres Humbahas, dimana sebenarnya MAM hanya perantara atau penghubung sementara pengendali adalah oknum BH, warga binaan Lapas Sibolga.

Selain itu, Karutan juga mengungkapkan bahwa MAM merupakan warga binaan pindahan dari Lapas Sibolga sehingga diduga terkait dengan jaringan BH. “Jika MAM terbukti terlibat jaringan peredaran narkoba, maka kami pihak Rutan akan mengusulkan yang bersangkutan dipindahkan ke Nusakambangan,” ujarnya.

Sementara itu, terkait ditemukannya telepon seluler di kamar hunian, Karutan mengakui bahwa pihaknya sudah kecolongan. Dimana memang keterbatasan personil, over kapasitas dan alat teknologi serta listrik yang belum memadai.

“Saat ini, ada 800 orang lebih warga binaan dari daya tampung hanya kapasitas 480 orang. Sementara jumlah petugas 43 orang sudah termasuk Karutan. Setiap hari delapan petugas pengamanan dibagi menjadi tiga regu. Jadi hanya delapan orang menjaga warga binaan sebanyak 800 orang. Sisanya adalah Staf Administrasi di bagian perkantoran,” ungkapnya.

Walau demikian, diakuinya, pihaknya akan terus berbenah, razia rutin secara berkala dan razia dadakan bekerjasama dengan pihak Kepolisian dan TNI untuk mencari barang ilegal berupa handphone, sajam, narkoba dan lainnya akan terus ditingkatkan. Termasuk memberikan sanksi berat bagi yang ketahuan memiliki barang ilegal.

“Kita akan terus evaluasi dan meningkatkan sistim kita. Bagi warga binaan yang ketahuan memiliki barang ilegal diberikan hukuman berupa strapsel, kamar sunyi, cabut remisi, tidak diusulkan proses pengintegrasian pembebasan bersyarat (PB) dan asimilasi, serta hukuman lainnya,” katanya.

Begitu juga terkait peredaran narkoba, Karutan mengungkapkan komitmennya dalam memberantas narkoba di dalam dan di luar Rutan Klass IIB Humbahas. “Narkoba harus kita basmi, dengan terus berkoordinasi dengan Kepolisian, Rutan dan Humbahas harus bersih dari narkoba,” sebutnya.

Sementara itu, Kapolres Humbahas AKBP Ronny Nicholas mengatakan, pihaknya akan terus mengembangkan dan mengusut jaringan narkoba sindikat BH. Sehingga dirinya mengharapkan kerjasama yang baik dari Rutan Humbahas dan Lapas Sibolga.

“Untuk mengungkap jaringan narkoba, komunikasi tidak boleh terputus. Terkait razia berupa narkoba, sajam dan handphone di Rutan, kita siap bekerjasama jika dibutuhkan. Pengembangan terhadap tersangka jaringan yang memiliki histori dari Lapas Sibolga ini akan terus kita usut dan kembangkan. Kerjasama yang baik dari pihak Rutan Klass IIB Humbahas dan Lapas Sibolga sangat kita harapkan,” ujarnya. (Erwin Nababan)