
Batam, Kepri Beritainvestigasi.com kembali terpantau oleh tim gabungan investigasi media kegiatan pembangunan penambahan ruang kelas di SMAN 25 Batam yang terhenti.
HASIL INVESTIGASI dan PENELUSURAN
Tim media langsung melakukan investigasi di SMAN 25 Batam. Tim mencoba untuk berkomunikasi langsung dengan kepala sekolah SMAN 25 Batam, yaitu Bapak Mujid.
Namun sangat disayangkan,pada saat itu beliau ada kegiatan lain diluar sekolah. Dan tim mencoba untuk berkomunikasi dengan wakil kepala sekolah, namun dengan berbagai kendala tim akhirnya dapat berkomunikasi dengan Humas sekolah SMAN 25Batam yaitu Bapak NAZWAR.
HASIL DEKLARATIF
Dari hasil deklaratif tim dengan Humas SMAN 25 Batam. Dapat didefinisikan Humas tidak mengetahui apapun terkait penambahan ruang kelas di SMAN 25 Batam.
Terpisah, Kepala Tata Usaha SMAN 25 Batam, Ibu Ida kepada media ini menjelaskan jika anggaran yang diperuntukkan dalam penambahan ruang kelas sebesar Rp 2,5 Milyar, yang bersumber dari APBD Kota Batam dengan rincian penambahan 5 ruang kelas dan 1 toilet.
“Saya yang membuat proposal untuk ajuan pembangunan penambahan ruang kelas yang berdiri dari 5 ruang kelas dan 1 toilet,dan sepengatahuan saya dana APBD itu senilai Rp.2,5miliar.” Ujar ibu IDA selaku KTU di SMAN 25 Batam. pada Senin, 24/8/2026
PERTANYAAN PARTISIPATIF
Yang menjadi pertanyaan publik,ada apa dengan pembangunan penambahan kelas di SMAN 25 Batam?? Kemana dana APBD senilai 2,5 miliar? Mengapa pembangunan terhenti? Ada apa ? Adakah permainan dibalik layar atau ada perpanjangan tangan dibawah meja kantor?
FOKUS HARAPAN
Tim media sudah mengirimkan surat konfirmasi resmi dalam bentuk pdf kepada kepala sekolah SMAN 25 Batam, yaitu Bapak Mujid, Namun beliau tidak menanggapi atau memberikan klarifikasi terkait surat konfirmasi tim media. Hingga berita ini diterbitkan, masih menjadi pertanyaan publik,dan tim media akan terus menelusuri terkait pembangunan penambahan ruang kelas di SMAN 25 Batam.
Kepada seluruh pihak dan instansi terkait, tim media akan menguak secara spesifik terkait pembangunan yang terbengkalai. (Fris)