Gelar Malam Ramah Tamah Pemkab Rohil dengan Forum Silaturahmi Pelaku Sejarah PKRH

Riau, Rohil761 Dilihat

Rohil, Riau – Beritainvestigasi. Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir menggelar malam ramah tamah dengan Forum Silaturahmi Pelaku Sejarah Pendiri Kabupaten Rokan Hilir (FSPS-PKRH) bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Rohil ke-25 Tahun 2024 pada Jumat (04/10/2024).

Acara dilaksanakan bertempat di depan Mess Pemda, Jalan Perwira Bagansiapiapi, Rohil, Provinsi Riau. Prosesi malam ramah tamah yang dihadiri Plt. Bupati Rohil, H. Sulaiman tersebut, diawali dengan pembacaan doa serta dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Himne dan Mars Rokan Hilir.

Sebagai bentuk kepedulian Pemkab Rohil atas para Tokoh Pendiri Kabupaten Rokan Hilir, giat selanjutnya atas nama Pemerintah Daerah, Plt. Bupati Rohil didampingi Sekda Rohil, Fauzi Efrizal dan perwakilan Forkopimda serta Ketua  FSPS-PKRH, Azhar Ahmad menyerahkan piagam penghargaan.

Piagam penghargaan diserahkan kepada Tokoh Pendiri Kabupaten Rokan Hilir, H. Wan Thamrin Hasyim sebagai Tokoh demokrasi, H. Suyatno sebagai Tokoh demokrasi, H. Saleh Djasit sebagai Tokoh pemekaran wilayah.

Serta diberikan juga kepada H. Annas Ma’amun sebagai Tokoh pembangunan, Syaiful Tarmizi dan Kasmir Dahlan sebagai Tokoh muda pejuang daerah serta penyerahan bingkisan kepada Tokoh pendiri Rohil lainnya diantaranya H. Lukman Syam, H. Syafruddin Masri dan Prof. Dr Syafrani.

Plt. Bupati Rohil mengucapkan terima kasih Kepada seluruh undangan yang hadir pada acara malam ramah tamah dengan Pengurus FSPS-PKRH yang merupakan forum para Tokoh pendiri Rokan Hilir.

“Kami atas nama Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua yang hadir pada malam ini, Tokoh masyarakat pendiri Rokan Hilir serta tokoh-tokoh yang ada baik di Rokan Hilir maupun di luar Rokan Hilir,” kata Sulaiman.

“Dan yang hadir saat ini telah memberikan makna dan memberi warna tersendiri bagi pembangunan Kabupaten Rokan Hilir yang kita cintai ini,” kata Sulaiman lagi.

Lebih Lanjut dikatakannya, kepada beberapa tokoh yang masih ada saat ini, seperti Saleh Yasid, Tokoh pemekaran wilayah, Suyatno, Tokoh demokrasi, Wan Thamrin Hasyim juga Tokoh demokrasi dan Annas maa’mun tokoh pembangunan, kepada mereka kita berikan penghargaan sebagai bentuk rasa penghormatan dan perhatian dari pemerintah daerah, bagi tokoh yang ikut dan telah memajukan Kabupaten Rokan Hilir.

“Namun janganlah dipandang dari besar kecilnya apa yang diberikan, tapi inilah bentuk penghargaan dari kami atas nama pemerintah daerah untuk bapak semua,” terangnya.

Kepada para Pahlawan dan tokoh pendiri Kabupaten Rokan Hilir yang telah tiada, Plt Bupati juga mengajak agar seluruh hadirin yang hadir untuk mendoakan mereka agar ditempatkan pada tempat yang terbaik di sisi Sang Pencipta.

Selain itu, H. Sulaiman juga menyampaikan makna pemekaran Kabupaten Rokan Hilir sangat banyak memberikan manfaat kepada masyarakat Rokan Hilir saat ini.

Kita harus bersyukur, yang mana berkat pemekaran wilayah ini pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan dapat terlaksana dengan merata begitu juga dunia pendidikan sudah berkembang pesat di setiap kecamatan.

Dimana, sebelum pemekaran akses infrastruktur di wilayah Rokan Hilir sangat minim begitu juga fasilitas sekolah dan kesehatan.

Ketua FSPS-PKRH Rohil, H. Azhar Ahmad  menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemkab Rohil atas perhatiannya kepada para tokoh pendiri Kabupaten Rokan Hilir. Melalui Forum Silaturahmi Pelaku Sejarah PKRH ini komunikasi dan kolaborasi dalam membangun Rokan Hilir akan terus terjalin.

“Kami atas nama para tokoh pendiri Kabupaten Rokan Hilir yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Pelaku Sejarah Pendiri Kabupaten Rokan Hilir, mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Rohil atas perhatian dan penghargaan yang diberikan kepada kami,” kata Azhar Achmad.

Lanjutnya, tidak terasa Rokan Hilir sudah berusia 25 tahun, dimana dalam perjalanan Rohil sudah banyak perkembangan baik dari segi infrastruktur, pendidikan dan kesehatan. Bahkan banyak tokoh tokoh Riau berasal dari Rokan Hilir.

“Untuk kelanjutan pembangunan Rohil ke depan, kita berharap kepada generasi muda Rohil agar lebih giat lagi dalam pembangunan segala bidang,” harap Azhar Achmad.

Sementara itu, tokoh pemekaran wilayah Rohil, H. Saleh Djasit dalam sambutannya menyampaikan kenangan di masa perjuangan para tokoh pendiri Kabupaten Rokan Hilir mengusulkan pemekaran wilayah ini di tengah suasana reformasi tahun 1998 saat dinamika politik Indonesia begitu hebat.

Dimana ada beberapa wilayah Provinsi menyatakan merdeka dari NKRI yang diantaranya Aceh, Riau dan Papua. Perjuangan pemekaran wilayah Rokan Hilir ini lahir di tengah dinamika politik Indonesia yang begitu hebat setelah pecahnya reformasi tahun 1998.

“Dimana beberapa wilayah menyatakan ingin merdeka atau referendum,” kata Saleh Djasit.

Akhirnya timbul kesepakatan nasional bahwa akan diberi otonomi yang luas waktu itu. Ada beberapa pemikiran, diantaranya ada yang menginginkan negara federal dan ada juga menginginkan otonomi luas serta menginkan referendum.

Lanjutnya, saat itu dirinya masih di DPR RI, akhirnya disusunlah Undang-Undang tentang otonomi daerah untuk wilayah Kabupaten dan Provinsi hanya Koordinator,” ungkap saleh Djasit.

Dengan lahirnya Undang-Undang tersebut, maka banyaklah wilayah yang ingin dimekarkan salah satunya Provinsi Riau adalah Bengkalis dimekarkan menjadi dua wilayah Kabupaten yaitu Rokan Hilir.

“Dengan lahirnya undang-undang otonomi daerah yang mengatur tentang perimbangan keuangan dan kekuasaan pusat dan daerah tersebut, maka segeralah daerah-daerah ingin dimekarkan,” terang Saleh Djasit.

Di Provinsi Riau sebagai daerah yang jumlah Kabupatennya sedikit di Pulau Sumatera dan karena termasuk daerah yang sangat aktif di dalam reformasi akhirnya berpeluang untuk bermufakat diantara para Tokoh Riau untuk membentuk Pokja dan Tim pemekaran wilayah yang salah satunya Kabupaten Rokan Hilir pemekaran dari Kabupaten Bengkalis.