
Jawa Barat-beritainvestigasi.com, Hari Sumpah Pemuda ke -94, merupakan momentum untuk kembali menyegarkan dan menyadarkan kaula muda dalam mengambil peran untuk mengisi pembangunan dan kemerdekaan.
Ada hal yang membanggakan bagi mahasiswa Bandung asal Kepri di hari sumpah pemuda ke 94, Refo SatyaNagara salah satu mahasiswa asal Kabupaten Bintan Provinsi Kepri yang sedang menuntut ilmu di Bandung, membacakan naskah Gurindam 12 dihadapan Walikota Bandung.
Refo mengatakan, untuk menjadi pribadi yang kokoh dalam mengisi pembangunan dan menjaga kemerdekaan para pendahulu kaula muda saat ini harus bangkit mampu ikut berperan aktif dalam mengisi gagasan dan peran dalam memajukan daerah dan bangsa.
” Ya salah satu agenda didalam hari Sumpah Pemuda ke 94 di Bandung mengisi Monolog Teatrikal Pemuda Nusantara, kita harus mampu mengenalkan dan menceritakan masing masing daerah beserta Pahlawan nasional, asal daerah. Pada Kesempatan itu sebagai anak Kepri, Gurindam 12 menjadi sebuah naskah dan pesan yang harus di sampaikan pada moment hari sumpah pemuda ke 94,” Kata Refo.
Refo mengatakan dirinya mengucapkan banyak Terimakasih kepada Ketua KNPI kota Bandung Edwin Khadafi sebagai inisiator dalam acara ini yang luar biasa dihari sumpah pemuda ke 94. Bersama mahasiswa asal Kabupaten Karimun Aditya Prianggara menjadi kebanggaan tersendiri dapat membacakan dan mengenalkan Gurindam 12 dihadapan Walikota Bandung.
“Ya Alhamdulillah, sebagai anak Provinsi Kepri yang diberikan kesempatan untuk ikut serta dalam memperingati hari sumpah pemuda ke 94 di kota Bandung, adalah pengalaman yang luar biasa, apa lagi hingga diberikan kesempatan untuk membacakan dan mengenalkan syair Gurindam 12 di tanah Pasundan, ini pengalaman yang sangat luar biasa,” Ungkap Refo.
Refo menambahkan, Raja Ali Haji merupakan Pahlawan nasional yang harus dijadikan suritauladan terkait bagaimana anak muda harus berani mengekspresikan diri nya dan berkarya secara nyata, Gurindam 12 merupakan karya sastra yang nyata dan sampai hari ini menjadi kebanggan masyarakat kepulauan riau tak hanya itu beliau juga bergelar bapak bahasa Indonesia karena pedoman dan standar bahasa Melayu yang dibuat oleh Raja Ali Haji, yang merupakan cikal bakal Bahasa Indonesia, Bahasa yang menyatukan Kita dari Sabang sampai Papua, ujar Refo.
Sebagai putra daerah Provinsi Kepulauan Riau Refo merasa bangga mampu membacakan Gurindam 12 dihari Sumpah Pemuda dalam mengisi Monolog Teatrikal Pemuda Nusantara di hari Sumpah Pemuda ke 94, di Kota Bandung Jawa Barat ***