Ini Hukumnya Orang Berkhianat dalam Islam

Opini6105 Dilihat

 

Ket Photo : Ilustrasi

Opini-BeritaInvestigasi.Com, Penghianat adalah sifat yang tidak disukai oleh Allah SWT, dalam surat Al-Anfal Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang berkhianat,” (QS. Al-Anfal :58). Dalam surat tersebut Allah menyebutkan bahwa, Allah SWT tidak menyukai orang yang berkhianat. Hal tersebut karena penghianatan bukanlah sifat yang dimiliki oleh seorang mukmin.

Disampaing itu juga sifat penghianat bisa menimbulkan kerusakan, kerugian, dan permusuhan. Sementara Islam adalah agama rahmatan Lil Alamin agama yang penuh Rahmat dan agama yang menghendaki perdamaian dan keselamatan.

Salah satu ayat yang membicarakan masalah ini adalah surat Al-Anfal ayat 27

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. (QS. Al-Anfal:27)

Khianat adalah sifat orang Yahudi

Ada banyak kisah tentang pengkhianatan bangsa Yahudi kepada para nabi-nabi terdahulu dan juga kepada Allah SWT. Salah satu di antaranya diceritakan di dalam Al-Qur’an pada surat Al-Maidah yang artinya:

“(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik,” (QS. Al-Maidah:13)

Dalam surat tersebut, Allah menceritakan bagaimana orang Yahudi sering sekali melakukan pengkhianatan. Bahkan pengkhianatan tersebut dilakukan terhadap Allah dengan mengubah perkataan Allah. Ayat ini juga mengingatkan kaum muslimin dan orang – orang mukmin agar selalu menjaga amanah dan tidak berkhianat kepada Allah SWT dan para nabi.

Pengkhianatan adalah sebuah perilaku yang amat tercela. Sangat menyakitkan hati. Apalagi bila dilakukan oleh orang terdekat. Tidak ada satupun di antara kita yang mau dijuluki si pengkhianat. Walaupun barangkali kita pernah berkhianat, atau bahkan sering berkhianat.

Mari kita perhatikan firman Allah ta’ala berikut,

“يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ”

Artinya: “Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada”. QS. Ghafir (40): 19.

Dalam perjuangan dakwah, pengkhianatan atas komitmen perjuangan bukan hal mustahil. Namun, Rasulullah SAW mengajarkan bahwa sepedih apa pun rasa sakit, sebesar apa pun marah, tidak boleh emosi menyertai setiap putusan. Tidak boleh membalas segala sesuatu melebihi kadarnya, bahkan akan lebih baik bila dimaafkan.

Pengkhianat-pengkhianat dalam sejarah islam, mengupas titik lemah yang pernah dialami oleh umat Islam sepanjang sejarah mereka, yang disebabkan oleh pengkhianatan-pengkhianatan sejumlah oknum, sehingga kita dapat lebih waspada agar hal serupa tidak terulang dimasa-masa yang akan datang.