
Simalungun, Sumut beritainvestigasi.com Badan jalan yang penghubungkan kota Pematangsiantar dan Raya yang sekaligus merupakan pusat kantor pemerintahan Kabupaten Simalungun kini kondisinya kian hari makin parah karena semakin menyempit hal ini diakibatkan badan jalan yang mengalami longsor.
Kondisi tersebut tepatnya berada di Kelurahan Panai tongah, Kec. panai, Kabupaten Simalungun, Prov. Sumatra Utara.
Dari hasil investigasi awak media Pada, Jumat 15 Juli 2022 dilokasi, terlihat kondisi badan jalan yang mengecil atau menyempit, sedangkan kondisi jurang dalam menganga di tepi badan jalan yang kondisinya saat ini hanya layak dilintasi 1 unit kendaraan roda empat saja. Sungguh kondisi tersebut dinilai sangat beresiko untuk dilalui para pengendara.
Dengan kondisi demikian dapat dipastikan apabila tidak segera dilakukan perbaikan dapat mengancam keselamatan para pengguna jalan.
Informasi yang disampaikan warga, bahwa keberadaan badan jalan yang sedemikian tersebut sudah berlangsung lama dan belum ada upaya perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah setempat.
Sedangkan diketahui posisi badan jalan yang tepinya jurang adalah faktor utama mudahnya terjadi longsor pada bagian badan jalan, dan bila hujan lebat maka derasnya air yang mengalir melalui badan jalan akan mengakibatkan terjadinya gerusan pada badan jalan.
Kondisi saat ini, Tanah yang berada di bahu jalan telah longsor ke jurang sedalam kurang lebih 4-6 meter dan lebar longsoran sekitar 2 meter dengan panjang mencapai 20 meter mengakibatkan arus kendaraan harus ekstra hati-hati saat melintas.
” Awal mula longsor ini terjadi saat hujan deras turun, derasnya aliran air di parit, dan postur pada dinding badan jalan yang masi tanah, mengakibatkan mudahnya terkikis, sedangkan air yang mengalir dari perbukitan hampir semua tumpah ke parit jalan, sehingga turut memicu terjadinya longsor,” ujar M. Purba salah seorang masyarakat Panai ketika ditemui di lokasi.
Menurutnya, jika tidak secepatnya ditangani, longsor akan semakin melebar, dan tentunya kondisi tersebut juga dapat menyebabkan kerawanan lalu lintas terutama di malam hari, sebab jalan tersebut gelap karena tidak didukung adanya penerangan jalan (lampu jalan). Jelasnya
Kami masyarakat setempat berharap agar berita ini sampai ke Bpk Bupati Simalungun yang baru Radiapoh Hasiholan Sinaga, dan jajarannya dengan harapan dapat dilakukan tindakan perbaikan secepatnya di titik yang longsor. Harapnya
Upaya penanganan terhadap longsor ini harus segera dilakukan, sebab jalur ini merupakan jalur alternatif menuju ke kantor pemerintahan Kabupaten Simalungun, kalau ini terputus maka urusan administrasi di kabupaten Simalungun akan terhambat. Dan tentunya kita berdoa agar jangan sampai terputus,” tutupnya
(Gunawan, S)