Jaringan Peredaran Sabu di Gunung Malela Sudah Menjamur, Warga Desak Polisi Bertindak Tegas Selamatkan Generasi Muda

Simalungun, Sumatera Utara– Beritainvestigasi.com Dugaan peredaran narkotika jenis sabu di Kabupaten Simalungun kembali menjadi sorotan. Warga menyebut aktivitas yang berlangsung di kawasan Serapuh dan Komplek Lokalisasi Bukit Maraja, Kecamatan Gunung Malela, telah lama meresahkan masyarakat. (7/7)

Menurut keterangan sejumlah warga, dugaan peredaran sabu di wilayah tersebut bukan lagi sekadar isu yang beredar dari mulut ke mulut. Mereka menilai aktivitas yang berlangsung secara terbuka itu seharusnya menjadi perhatian serius aparat karena dikhawatirkan dapat merusak masa depan generasi muda serta mengganggu keamanan lingkungan.

Empat nama sebagai pengendali jaringan ilegal tersebut yakni inisial DAN, DED, LEO, dan IKO disebut dalam laporan warga. Namun hingga berita ini ditulis, tudingan tersebut masih sebatas dugaan dan belum ada pernyataan resmi dari aparat penegak hukum mengenai keterlibatan pihak-pihak yang disebutkan.

Seorang warga Serapuh yang meminta identitasnya dirahasiakan, sebut saja Eko, mengungkapkan dugaan pola peredaran tersebut. Menurutnya, DAN diduga berperan sebagai pemasok sabu. Barang tersebut kemudian diduga didistribusikan kepada Ded untuk diedarkan di kawasan Bukit Pasar Lama, Leo di Komplek Lokalisasi Bukit Maraja, sementara IKO diduga mengedarkan sabu di wilayah Serapuh.

“Sudah lama mereka diduga menjalankan bisnis haram itu. Kami heran, apakah aparat benar-benar belum mengetahui, atau memang belum ada tindakan. Padahal masyarakat sudah sangat resah,” ujar Eko, Selasa (8/7/2026).

Keresahan warga bukan tanpa alasan. Mereka meyakini maraknya dugaan peredaran narkoba berpotensi memicu meningkatnya tindak kriminal lain, seperti pencurian, aksi premanisme, hingga gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Warga juga khawatir penyalahgunaan narkotika akan semakin menyasar kalangan remaja dan usia produktif.

“Warga menegaskan bahwa mereka siap mendukung langkah kepolisian apabila dilakukan tindakan nyata di lapangan. Kami ingin lingkungan kami bersih dari narkoba. Untuk itu kami meminta pihak kepolisian segera mengusut dugaan jaringan peredaran ini secara tuntas,” ujar seorang warga lainnya.

Masyarakat berharap aparat kepolisian bersama instansi terkait meningkatkan pengawasan, melakukan penyelidikan secara objektif dan profesional, serta penanganan yang transparan, tegas, dan tanpa pandang bulu dinilai menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan publik sekaligus melindungi generasi muda Simalungun dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Menanggapi informasi tersebut, kapolsek Gunung malela AKP Verry Purba menyatakan melalui pesan whatsapp : “terimakasih infonya, akan kami tindak lanjut.” (Red)