
Kubu Raya, Kalbar – Beritainvestigasi.com. Infrastruktur memang menjadi prioritas utama dalam meningkatkan roda perekonomian di wiilayah Provinsi, Kabupaten, terlebih khusus di Pemerintahan Desa.
Karena, infrastruktur sangat penting, baik dari segi ekonomi, pendidikan, kesehatan serta sebagai sarana transportasi masyarakat untuk aktifitas dalam bekerja.
Kepala Desa Terentang Hulu, Purwoto, saat disambangi Awak Media ini di kantornya menjelaskan, luas wilayah Terentang Hulu ini kurang lebih 10 ribu hektare yang terdiri dari 3 (tiga) Dusun. Dusun Karya Jaya, Karya Makmur dan Dusun Dungun, serta terdiri dari 11 RT dan 1.700 jiwa dengan jumlah 450 Kepala Keluarga (KK). (25-02-2022)
Terkait infrastruktur, untuk saat ini sudah Rabat Beton, cuma kendalanya masih banyak yang rusak dan harus kita tambal sulam. Sementara untuk jalan tanah memang masih ada, tapi hanya di bagian Transmigrasi (TR) saja. Kalau di Jln. Poros ada, cuma banyak yang rusak. Untuk di perkampungannya tidak ada, karena jalan kita hanya satu, yaitu jalan poros kabupaten yang sudah di rabat beton.
Pada saat ini pemerintah juga sudah menganggarkan untuk pembangunan jalan kabupaten dan setiap tahunnya kita pasti dapat, dikarenakan kita setiap tahunnya mengadakan Musrenbang. Dari dana desa dan aspirasi juga ada.
“Jadi untuk setiap desa dari pemerintah kabupaten kita sudah cukup lumayan merata di setiap desa, sedikit banyaknya pasti ada dan jembatan yang saat ini di bangun juga dari dana APBD,” terangnya.
Lanjutnya, terkait Dana DD dan ADD, kita sudah menyiapkan dan tidak bisa dirubah. Kita juga sudah menyiapkan anggaran 40% dari jumlah dana yang ada. Untuk tahun 2021 yang dapat menerima BLT/DD ada 9 (sembilan) kepala keluarga dan itu sudah melalui kesepakatan dengan jumlah 300 ribu perbulan. Memang untuk tahun lalu agak sedikit tapi untuk saat ini kita harus menyalurkannya 40% dari jumlah dana desa keseluruhan kurang lebih Rp. 1.076.890.000, dan dana ADD 400 jutaan lebih. Dan untuk vaksinasi kita juga sudah mencapai kurang lebih 80%.
Untuk anak Sekolah Dasar (SD) khususnya di Desa Terentang, dimulai dari SD 21 sudah divaksin semua, sementara SD 01 dimulainya besok.
“Di Desa Terentang ini memiliki 4 SD, 1 SMP. Sementara untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) belum ada. Harapan kami ke depan, semoga di desa ini ada SMK dan SMA. Memang untuk pengajuan belum ada,” ucapnya.
Dijelaskannya, pada saat ini Anak-anak untuk menimba ilmu di jenjang pendidikan SMK harus ke Kecamatan Terentang dengan jarak tempuh kurang lebih belasan kilo meter. Dan Desa Terentang termasuk wilayah Zona 3. Selain jauh, harga material mahal, pengeluaran masyarakat berkerja juga sangat besar disebabkan jarak antara rumah dan tempat kerja sangat jauh.
Lalu, untuk pembangunan bedah rumah pada tahun 2021 lalu, kita mendapatkan 20 unit dan untuk tahun ini sekitar 25 unit dari Dana Aspirasi Dewan (DAD). Untuk kelayakan yang harus menerima bedah rumah ini masih ada sekitar 60 unit lagi. Untuk Desa Terentang Hulu ini, PLN sudah ada, perusahaan juga ada. Jadi, dari perusahaan untuk menunjang mata pencaharian kehidupan masyarakat.
Terkait dengan dana CSR, pihak perusahaan juga sudah memberikan dan sangat membantu, contohnya di desa ini dari segi pendidikan ada bantuan untuk fakir miskin setiap bulan diberikan Rp 500 ribu melalui desa dan itu kita usulkan.
Untuk bantuan infrastruktur dari pihak perusahaan juga ada. Seperti, lapangan bola. Ke dua perusahaan yang ada di sini membantu dengan menggunakan alat berat, karena ketika kita membuka lapangan bola tersebut, tanpa alat berat terus terang kita tidak sanggup. Artinya, ke dua perusahaan bersinergi dengan pihak desa maupun masyarakat. Jadi, ketika kita memohon bantuan untuk kegiatan pun kedua perusahaan ini tidak pernah mempersulit.
Untuk tahun depan terkait CSR-nya kita mengajukan kepada pihak perusahaan yaitu untuk pengeringan tanah rawa, penadahan air hujan seperti pipa dan tong air ukuran 1.000 literan. Dan untuk sumber daya manusia dan dana ADD di sini juga tidak ada keterlambatan.
“Harapan saya terhadap pemerintah, yang pertama adalah infrastruktur. Karena infrastruktur ini paling utama untuk menunjang perekonomian dan untuk anak sekolah karena setiap hari pulang pergi sekitar 30-an kilometer. Jika infrastruktur ini sudah bagus, Anak – anak sekolah pasti senang. Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan maupun pemerintah agar infrastruktur itu dibangun oleh kedua bgelah pihak dan semoga bisa di realisasikan pada tahun ini,” ujarnya. (Novi).
Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).