Kepala Buruh Pelabuhan Dompak Klarifikasi Polemik Aktivitas Bongkar Muat Malam Hari

Tanjungpinang215 Dilihat

 

Tanjungpinang, Kepri – Beritainvestigasi.com Polemik terkait aktivitas bongkar muat pada malam hari di Pelabuhan PT Putra Dompak Berjaya, Dompak, mendapat klarifikasi dari Kepala Buruh pelabuhan setempat, Darmawan.(7/3/2026)

Darmawan yang juga diketahui berprofesi sebagai anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kepulauan Riau menanggapi berbagai isu yang beredar di media sosial maupun pemberitaan yang menyebut adanya dugaan “beking” dari oknum aparat terhadap aktivitas pelabuhan rakyat tersebut.

Ia menjelaskan bahwa keberadaannya di pelabuhan tersebut semata-mata karena faktor keluarga, mengingat pelabuhan itu merupakan milik orang tuanya. Selain itu, aktivitas di pelabuhan tersebut juga menjadi sumber penghidupan bagi puluhan buruh yang bekerja di sana.

“Memang kebetulan pelabuhan itu milik orang tua saya, dan di sana ada sekitar 70 orang buruh yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas bongkar muat,” ujar Darmawan saat memberikan klarifikasi.

Meski demikian, Darmawan menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mencampuradukkan pekerjaannya sebagai anggota Satpol PP dengan aktivitas di pelabuhan. Ia memastikan bahwa selama menjalankan tugas sebagai aparat penegak Peraturan Daerah, dirinya tetap bekerja sesuai dengan jam dinas yang telah ditentukan.

“Saya juga anggota Satpol PP, tetapi selama jam kerja saya tidak pernah meninggalkan tugas. Saya tetap menjalankan kewajiban sebagai aparat sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa aktivitas yang berlangsung di pelabuhan tetap berada dalam pengawasan pihak yang memiliki kewenangan, khususnya aparat kepolisian pelabuhan dan otoritas pelabuhan.

Menurutnya, pengawasan di kawasan pelabuhan dilakukan oleh aparat kepolisian dari KP3 serta pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

“Pengawasan tetap dilakukan oleh KSOP dan juga polisi KP3. Jadi aktivitas yang ada di pelabuhan tetap berada dalam pemantauan pihak yang berwenang,” jelasnya.

Terkait aktivitas bongkar muat yang terkadang berlangsung pada malam hingga dini hari, Darmawan menjelaskan hal tersebut biasanya disebabkan oleh faktor kedatangan kapal yang tidak menentu.

Dalam beberapa kondisi, kapal mengalami keterlambatan sandar akibat cuaca buruk di laut, sehingga baru tiba di pelabuhan pada malam hari. Apalagi jika kapal tersebut membawa komoditas yang mudah rusak seperti sayur-mayur.

“Kadang kapal terlambat sandar karena faktor cuaca buruk di laut. Kalau kapal sudah datang membawa sayur-sayuran, mau tidak mau harus segera dibongkar karena dikhawatirkan barangnya bisa rusak atau busuk,” terangnya.

Ia juga menyayangkan munculnya berbagai asumsi dan pemberitaan yang menurutnya belum terlebih dahulu dikonfirmasi secara langsung kepada dirinya sebagai pihak yang disebut dalam polemik tersebut.

“Saya sangat menyayangkan jika ada teman-teman media yang memberitakan tanpa lebih dulu menjumpai saya untuk mendapatkan kejelasan posisi saya di pelabuhan tersebut,” ungkapnya.

Darmawan berharap ke depan komunikasi antara media dan narasumber dapat terjalin lebih baik agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap berimbang dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah publik.

(A.R)