oleh

Kepala Desa Perdana Kabur Saat Warga Menanyakan Program Bumdes

Kukar, Kaltim – Beritainvestigasi.com.
Pelaksanaan Musrembang Desa Perdana yang berlangsung pada hari senin 22 November 2021 pukul 09.00 WIB, meninggalkan pertanyaan tak bertuan yang seharusnya diharapkan dapat dijawab dengan penjelasan dari pihak yang berkompeten yakni pemerintah desa setempat.

Acara Musrembang Desa Perdana yang dihadiri oleh berbagai lembaga desa diantaranya pemerintah desa, pemerintah kecamatan, BPD, LPM, PKK Lembaga Adat, Ketua RT, Tokoh Guru serta Tokoh Masyarakat desa perdana yang pada tujuannya yakni menyusun program Desa Perdana untuk tahun 2022 yang akan datang ternyata berjalan tidak sesuai yang diharapkan.

Bagaimna tidak, dalam rapat tersebut Kepala Desa Perdana, Nurhadi sebagai kepala desa perdana hanya membuka acara saja setelah itu meninggalkan ruangan rapat.

Acara Musrembang desa yang berlangsung sekitar 3 jam tersebut menuai banyak pertanyaan, salah satunya terkait usulan warga mengenai mobil transportasi ambulance yang selama ini diusulkan warga, namun belum ada realisasi mengingat ambulance ini adalah hal yang prioritas.

Kita kan tau, miliaran sudah anggaran desa yg digelontorkan hingga saat ini, tapi kenapa gak bisa di belikan ambulance apa sebabnya. Demikian disampaikan Aidil, Ketua RT 02 kepada awak media ini, menyerupai mempertanyakan kepada pihak kecamatan dan Pendamping Lokal Desa yang duduk didepan saat acara musrembang berlangsung.

Masih keterangannya, bahwa pertanyaan lain juga datang dari anggota BPD, Robiansyah yang juga menanyakan laporan keuangan Bumdes selama ini. Hal tersebut dijawab oleh Hendra, tim lokal pendamping desa bahwa dia membenarkan itu adalah tugas BPD untuk mengawasi bahwa selama ini Bumdes Desa Perdana tidak pernah melaporkan apapun hasil kegiatannya dan badan hukumnya belum dibuat sedangkan uang yang disertakan sebagai permodalan awalnya senilai 200an juta tak tau dipakai untuk apa.?

Ditambahkannya bahwa Pendamping lokal desa tersebut berharap uang Bumdes itu bisa membantu masyrakat jika dikelola dengan baik.

Permasalahan meluas dalam Musrembang Desa Perdana tersebut juga akhirnya terungkap bahwa dengan hadirnya Manajemen Komdev dari PT Rea Kaltim Plantations akhirnya masyarakat mengetahui bahwa kolam ikan 10×50 m yang selama ini masuk dalam anggaran desa ternyata murni CSR dari PT. Rea Kaltim Plantations.

“Oleh karena itu kami berharap kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kukar dapat bertindak, dan menentukan langkah hukum untuk Kepala Desa Perdana,” pungkas Abdul Rais selaku Ketua BPD Desa Perdana.  (Gunawan).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed