Kepala Pekon Diduga Mark’up Beli Kambing Dalam Program Ketahanan Pangan

Lampung, Tanggamus2202 Dilihat

Tanggamus, Lampung -Beritainvestigasi.com.  Dana Desa di Pekon Datar Lebuay, Kecamatan Air Naningan, Tanggamus, Lampung memasuki bulan Oktober ini menjadi pertanyaan Masyarakat. Kemana Dana Desa tahun 2022 ini direalisasikan?

Masyarakat yang tak ingin disebutkan namanya menduga Kepala Pekon Datar Lebuay, Hartono melakukan tindakan memperkaya dirinya sendiri atau kelompoknya tanpa memikirkan kepentingan masyarakat.

Hal ini dinilai masyarakat karena beberapa kegiatan yang dilakukan Kepala Pekon jauh dari harapan masyarakat.

Sebagai contoh, baru-baru ini Kepala Pekon Datar Lebuay, Hartono  menganggarkan senilai Rp. 1,7 juta untuk seekor anak kambing, dengan kuota sebanyak 60 ekor anak kambing.

“Padahal, harga pasaran seekor anak kambing seharga Rp. 800.000. Dengan demikian ada dugaan Mark Up harga pembelian anak kambing,” ucap Masyarakat kepada Awak Media ini. Senin (17/10/2022).

Katanya, selain dugaan mark up, realisasinya pun tidak jelas. Bahkan, diduga kambing-kambing tersebut beberapa yang meninggal, sehingga untuk SPJ-nya diduga memakai Foto dari Google.

Lanjutnya, dari target 60 ekor , yang terealisasi hanya 30 ekor saja, itu juga disinyair dibagikan hanya kepada Aparat Pekon, tidak ke masyarakat.

” Seharusnya, yang namanya Ketahanan Pangan Hewani melibatkan Bumdes atau Kelompok-kelompok tani/ternak. Sehingga sasaran 20% dari Dana Desa tetap sasarannya,” tuturnya.

Tambahnya, Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2021 khususnya kebijakan penggunaan 20 persen dana Desa untuk ketahanan pangan baik nabati maupun  hewani harus memiliki kualitas yang baik atau memiliki Sertifikat (Bibit Unggul). Sehingga dapat membantu perekonomian masyarakat.

” Untuk nabati dan hewani harus ada pengembangbiakannya. Makanya harus bibit unggul, memiliki sertifikat,” ulasnya.

Selain itu, Kepala Pekon Datar Lebuay juga diduga melaksanakan pekerjaan fiktip.  Pelebaran jalan yang bersumber dari 20% ketahanan pangan belum terealisasi. Dari 3 Gorong-gorong yang telah dianggarkan, hanya 1 gorong-gorong lama yang direhab. Sementara 2 lainnya belum terealisasi.

Begitu juga dengan Penghasilan Tetap (Siltap/Gaji) Aparat Pekon selama 2 bulan belum dibayarkan.

Sementara itu, Kepala Pekon Datar Lebuay, Hartono saat dikonfirmasi oleh awak media ini, mengatakan, kalau kambing, itu baru kita mulai dari aparatur dulu, kan giliran, bisa gantian mengurus. Kesepakatan kami nanti berbagi dengan yang lain.

Hartono membantah bahwa hanya 30 ekor kambing yang direalisasikan. “Informasi yang mengatakan kambing hanya 30 ekor yang saya realiasasikan, itu tidak benar,” ucap Hartono

Lanjut Hartono, untuk masalah pelebaran jalan, memang tetap memakai anggaran tahun ini. Nilainya 60 juta dari 20% Dana Desa untuk ketahanan pangan.

“Untuk Gorong-gorong ada 3. Satu direhab, dua lagi dibuat baru,” ujarnya.

Terkait gaji Aparat Pekon, menurut Hartono, belum tersalurkan karena menunggu pajak yang belum selesai.

“Intinya begini, kemarin inikan agak luar biasa banyak PBB, sebesar Rp. 29 juta.  Baru Rp. 9 juta yang masuk, inikan belum ada 50% persen.” tutupnya

Kepala Pekon Datar Lebuay mengakui mengalihkan gaji/siltap Aparat Pekon untuk dibayarkan pajak terlebih dahulu.

Mendengar penjelasan Kepala Pekon, salah seorang masyarakat yang ditemui mempertanyakan, untuk penyaluran anak kambing, kenapa Aparat Pekon yang didahulukan, bukan masyarkat yang harusnya diprioritaskan?

Lalu, Siltap Aparat Pekon itukan hak Aparat Pekon kenapa dialihkan untuk membayar pajak?  (Oscar).

Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).

.