
Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kayong Utara dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Kalimantan Barat. Pelatihan berlangsung selama dua hari dimulai tanggal 15 sampai 16 Juli 2026.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kayong Utara, Jumadi Gading dalam sambutannya menyampaikan bahwa senggayong merupakan salah satu warisan budaya khas Melayu Kayong yang perlu dikenalkan sejak dini kepada generasi muda.
“Senggayong ini identitas kita orang Kayong. Lewat pelatihan ini kami ingin anak-anak tidak hanya bisa memainkan, tapi juga bisa membuat sendiri alat musiknya. Tujuannya agar kecintaan terhadap budaya lokal tumbuh dari sekolah,” ujarnya Kamis(16/07/2026).
Senada dengan itu, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Barat, Nani mengatakan pihaknya berkomitmen mendampingi daerah dalam upaya revitalisasi budaya.
“Kami hadirkan narasumber pengrajin dan seniman langsung dari komunitas. Harapannya setelah pelatihan ini akan lahir pengrajin-pengrajin muda senggayong di Kayong Utara,”jelasnya.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya belajar teknik dasar pembuatan senggayong dari bambu, tetapi juga belajar cara memainkan dan merawat alat musik tersebut. Antusiasme peserta terlihat tinggi. Mereka mengaku bangga bisa belajar langsung membuat alat musik yang selama ini hanya dilihat saat pertunjukan. Adapun pelajar yang terlibat dalam kegiatan ini dari SMAN 1 Sukadana, SMAN 2 Sukadana, SMKN 1 Sukadana, MAN 1 Sukadana dan SMK Al Aqwam.
Salah satu peserta dari SMKN 1 Sukadana, mengaku senang mengikuti pelatihan ini.
“Ternyata bikin senggayong itu susah-susah gampang. Tapi seru. Nanti mau saya ajarkan ke teman-teman di ekstrakurikuler,”kata Roki yang terlihat sudah menguasai pembuatan Senggayong.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya sanggar atau komunitas senggayong di sekolah-sekolah. Dinas Pendidikan juga menargetkan hasil karya peserta dapat ditampilkan pada event budaya daerah mendatang. (007/Verry)