
Bintan, Kepri – BeritaInvestigasi.com. Sejumlah warga Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan bersama Pimpinan Wilayah Lembaga Komando Pemberantasan Korupsi (L-KPK) Provinsi Kepri dan Pimpinan Daerah Kabupaten Bintan melakukan sidak di lahan petani Berakit yang menjadi objek pengerusakan oleh Oknum PT. BMW.
Ketua Rukun Tetangga (RT) 08 RW 04, Suhariady, di lokasi menerangkan, beberapa waktu lalu, lokasi yang mereka kelola selama ini didatangi oleh sekelompok oknum diduga suruhan PT. BMW melakukan pengerusakan tanaman mereka
“Kami sudah bertahun-tahun bercocok tanam di tanah ini bersama masyarakat disini. Bahkan kami juga sudah lama tinggal di desa ini bersama masyarakat lainnya,” kata Suhariady.
Ditambahkannya, beberapa waktu yang lalu pihaknya kedatangan tamu tak diundang, sekelompok orang merusak tanaman para petani, mulai dari pohon nenas, pisang, buah naga, cabai dan lain sebagainya.
“Hingga kami mengalami kerugian yang cukup besar dan kami telah melaporkan hal ini ke Lembaga Komando Pemberantasan Korupsi (L-KPK) Kepri dan meminta agar permasalahan ini segera ditanggapi,” harap Suhariady.
Terpisah, Ketua Lembaga KPK, Kennedy Sihombing bersama Ketua Pimpinan Daerah Bintan, Darmansyah beserta jajaran turun langsung ke lokasi menguatkan warga agar tidak perlu takut.
“Negara kita negara hukum, kami atas nama lembaga KPK akan segera menindak lanjuti dan akan melaporkan hal ini kepada pihak-pihak terkait agar permasalahan ini tidak berlarut larut,” tegas Kennedy.
Lanjutnya, kalaupun ada permasalahan bisa duduk bersama dengan mengedepankan kearifan lokal untuk menyelesaikannya, namun apabila tidak menemui solusi maka pihak yang merasa tidak senang silahkan laporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) atau layangkan gugatan secara hukum ke pengadilan.
Menurut Kennedy, tim Tamrin yang diduga utusan dari PT. BMW diduga melakukan pengerusakan puluhan ribu tanaman petani Desa Berakit dan desa llLome yang sudah merugikan masyarakat, memanfaatkan tanah negara, lahan terlantar. Hal ini akan akan dilaporkan ke Penegak Hukum.
“Kami atas nama Lembaga KPK akan menemani, mendampingi para petani korban penerusakan. Kita harus berpegang teguh pada hukum bukan melakukan intimidasi serta pengerusaka, ini murni pidana,” tutur Kennedy.
Sementara itu pihak PT BMW, Jepri, tetap bersiteguh lahan tersebut adalah lahan milik mereka dengan bukti SKT dan Sertifikat.
Dikatakan Jepri, di Polres pun sudah pernah diselesaikan dan saat itu mereka sudah disarankan untuk melapor karena pihak BMW legalitas sudah jelas,” terangnya. (Budi).
Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).