LMTM Ketapang Gelar Silaturahmi Tahunan, Perkuat Ukhuwah dan Pembinaan Muallaf

Ketapang, Kalbar– Beritainvestigasi.com.(24 Maret 2026). Lembaga Majelis Taklim Muallaf (LMTM) Kabupaten Ketapang kembali melaksanakan kegiatan rutin tahunan berupa silaturahmi (sowan) kepada para guru (ustadz) dan pembina muallaf. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mempererat hubungan spiritual sekaligus memperkuat jaringan pembinaan keagamaan di wilayah tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan LMTM mengunjungi sejumlah tokoh agama dan pembina, di antaranya KH. Abdullah Fakir, KH. Dr. Rahmat Ferianto, Syarif Ahmad Alhadad, KH. Faishol Makshum, Ustadz Arifinsyah, serta Ustadz Jalaluddin.

Selain itu, rombongan juga berkunjung ke kediaman Mathoji yang juga merupakan pembina LMTM. Kehadiran rombongan disambut dengan penuh sukacita. Dalam kesempatan tersebut, Mathoji menyampaikan rasa syukur dan terima kasih karena dapat berkumpul bersama para muallaf.

Menurutnya, keberadaan muallaf sangat membutuhkan perhatian dan bimbingan yang berkelanjutan. Ia mengaku terpanggil untuk ikut berpartisipasi dalam mendukung pembinaan tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam memperkuat keimanan dan kesejahteraan umat.

Selain bersilaturahmi dengan para ustadz dan pembina, rombongan juga saling berkunjung ke rumah-rumah sesama muallaf yang berada di seputaran Kota Ketapang. Kegiatan ini mencerminkan eratnya ikatan kekeluargaan yang terbangun di dalam tubuh LMTM, di mana para anggotanya saling berbagi, bekerja sama, serta bahu-membahu dalam berbagai aspek kehidupan.

Ketua Umum LMTM Ketapang, Ali Muhamad, yang akrab disapa Verry Liem, menyampaikan bahwa LMTM hadir sebagai wadah pemersatu umat, khususnya bagi kaum muallaf dan umat Muslim pada umumnya.

“LMTM tidak hanya fokus pada pembinaan dan pendidikan agama, tetapi juga aktif menjalankan program sosial dengan mengedepankan nilai toleransi tanpa membedakan latar belakang maupun suku,” ujarnya.

Lebih lanjut, Verry mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah membangun sekretariat yang akan difungsikan sebagai pusat pembinaan dan pendidikan bagi kaum muallaf di Ketapang.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Muslim, terutama para tokoh dan pengusaha, untuk turut berpartisipasi serta merasa memiliki tanggung jawab bersama dalam pembinaan keimanan dan sosial.

“Pembinaan iman dan sosial ini adalah tugas kita bersama. Kami berharap semakin banyak pihak yang peduli dan ikut berkontribusi,” pungkasnya.

(Jon)