
PEKANBARU , Riau – Beritainvestigasi.com Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Mahasiswa Riau (APMARI) Mendemo Kantor Surya Dumai Group di Jalan Jendral Sudirman – Pekanbaru, Jum’at, (16/06/2023) siang.
Aksi Unjuk rasa tersebut dilakukan Puluhan Massa APMARI buntut dari Insiden kecelakaan kerja di PT.Bumi Siak Pusako (BSP). Demonstran menuntut agar manajemen PT.BSP bertanggung-jawab, serta Disnaker Kabupaten Siak, Disnaker Provinsi Riau dan Aparat Penegak Hukum (APH) segera mempercepat Proses Penyelidikan dan Penyidikan kasus “Maut” Kecelakaan kerja yang terjadi di PT. BSP yang telah menelan Korban.
Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi APMARI, Feri Juliardy mengatakan , bahwa PT. BSP harus bertanggung jawab atas Nyawa Karyawan yang sudah melayang saat sedang bekerja di PT. BSP beberapa waktu yang lalu.
“Untuk Bapak – bapak yang terhormat yang ada di dalam Gedung Surya Dumai, jangan hanya duduk diam, Kalian harus bertanggung jawab atas meninggalnya Karyawan PT. BSP yang mengalami kecelakaan kerja. Tidak ada yang lebih berharga dibandingkan nyawa Manusia, dan kami meminta Disnaker Kabupaten Siak, Disnaker Provinsi Riau dan Aparat Hukum segera melakukan Proses Penyidikan sesuai dengan aturan yang ada,” tegas Feri lantang saat orasi.
Sementara itu, Humas/Perwakilan PT. BSP, Muhammad Salman Hayatullah yang datang menemui para pendemo mengatakan , proses penyidikan sedang berlangsung dan pihak PT BSP sedang mendalami penyebab kecelakaan kerja yang terjadi.
“Terimakasih atas aspirasi kawan – kawan dari APMARI, Saya mewakili pihak PT. BSP terkait adanya peristiwa kecelakaan kerja di PT. BSP, saat ini, Kami juga sedang mendalami penyebab terjadinya Kecelakaan Kerja tersebut, kita sudah berkordinasi dengan pihak Aparat untuk melakukan penyidikan lebih dalam lagi. Selain itu, PT.BSP juga telah menemui keluarga para korban untuk memberikan santunan Sosial dan rasa tanggung jawab kita terhadap keluarga mereka,” Ucap Muhammad Salman dihadapan Massa Pendemo.
Untuk diketahui, berikut 6 tuntutan Massa APMARI kepada PT. BSP, yakni :
1.Meminta SKK Migas, Disnaker Siak, Disnaker Provinsi Riau serta Aparat Hukum untuk mempercepat proses penyelidikan kasus kecelakaan kerja yang terjadi di PT BSP.
2.Meminta Bupati Siak selaku pemegang saham terbesar PT. BSP agar lebih Profesional dan bijak dalam menjalankan dan mengawasi PT. BSP.
3.Meminta kepada para pemegang saham untuk mendukung pemilihan dan penempatan Personil yang menjabat di PT. BSP yang kredibel dan Profesional. Jangan hanya berdasarkan kedekatan saja (KKN-red).
4.Meminta pemegang saham yang tergabung dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) dan komisaris utama PT BSP untuk memberikan dukungan sepenuhnya kepada Dirut dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai Dirut di PT BSP.
5.Meminta Dirut PT. BSP untuk mengevaluasi kinerja internal terutama HSSE PT BSP ke arah yang lebih baik.
6.Mendesak pemegang saham terbesar yakni Bupati Siak dan pemegang saham lainnya melalui Dirut untuk mencopot Kepala Teknik (GM) dan jajaran yang terbukti terlibat dalam kelalaian yang mengakibatkan kecelakaan kerja sebagai bentuk tanggung jawab atas jabatan sesuai UU.No.11 tahun 1979.
Terpisah, Pantauan Awak Media, setelah aksi unjuk rasa dilakukan di Kantor Surya Dumai Grup, Massa bergerak menuju ke SKK Migas dan Kantor ESDM Provinsi Riau. Situasi berlangsung aman, dan Kondusif. (H.Sihombing)