Menko PMK Pratikno Nobatkan Riau Sebagai Provinsi Layak Anak 2025

Pekanbaru, Riau819 Dilihat

Pekanbaru, Riau- Beritainvestigasi.com Kabar gembira bagi Masyarakat Riau, pasalnya, Provinsi Riau ini mampu menorehkan prestasi gemilang di kancah Nasional. Pada momen penganugerahan Provinsi Layak Anak (PROVILA) Tahun 2025 yang dilaksanakan di Jakarta, Provinsi Riau resmi di nobatkan sebagai Provinsi Layak Anak. Penghargaan ini menjadi kado terindah bagi Bumi Lancang Kuning (julukan Riau), yang merayakan Hari Ulang Tahun nya yang ke-68 pada 9 Agustus 2025.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Pratikno. Menko PMK di dampingi oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifah Fauzi. Penghargaan itu diterima oleh Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi Riau,Hj.Fariza yang hadir mewakili Gubernur Riau, H.Abdul Wahid.

Prosesi penyerahan berlangsung khidmat, di Auditorium KH.M.Rasjidi, Kementerian Agama (Kemenag) RI, pada Jumat malam 8/8/2025) lalu.
Usai menerima penghargaan, Hj.Fariza menyampaikan rasa bangganya.Fariza menyebut, prestasi itu merupakan hasil kerja keras dan komitmen kolektif seluruh pemangku kepentingan di Riau.

“Penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras dan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan di Riau, baik di tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten/kota,” ucap Fariza bangga.

Keberhasilan Riau sebagai Provinsi Layak Anak diperkuat oleh pencapaian luar biasa 12 kabupaten/kota di dalamnya yang juga menyabet penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) di berbagai tingkatan. Ini membuktikan bahwa komitmen perlindungan anak telah ter -implementasikan dengan baik hingga ke daerah.

Untuk diketahui bersama, bahwa Kabupaten Siak meraih Kategori Utama.
Prestasi tertinggi berhasil diraih oleh Kabupaten Siak, yang dinobatkan pada kategori Utama. Pencapaian ini menjadi daerah terdepan dalam penerapan kebijakan yang berpihak pada hak-hak anak.

Sementara, ada 4 Daerah masuk Kategori Nindya, yaitu Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Kabupaten Kepulauan Meranti. Kategori ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam mewujudkan lingkungan yang ramah terhadap anak.

Kemudian ada 6 Daerah di Tingkat Madya dan 1 di Tingkat Pratama. 6 (enam) daerah memperoleh penghargaan di tingkat Madya, yakni Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Kampar, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Pelalawan, dan Kabupaten Rokan Hulu. Terakhir, Kabupaten Rokan Hilir berhasil meraih kategori Pratama.

Selanjutnya, Hj.Fariza menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan yang lebih besar dan kompleks. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berkolaborasi.

“Ini bukan akhir, tapi awal dari perjuangan kita untuk menjadikan Riau sebagai rumah yang aman dan nyaman bagi setiap anak,” tegasnya.

Disisi lainnya, Fariza juga menyoroti pentingnya sistem layanan terpadu untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Semua pihak harus berkomitmen untuk terus meningkatkan perlindungan dan kepedulian terhadap Perempuan dan Anak.

“Mari Kita bersama membuat sistem layanan terpadu,agar perempuan dan anak terhindar dari kekerasan, satu anak terlindungi, satu perempuan terpulihkan, satu keluarga terselamatkan,” tandasnya.

Dengan raihan ini, Provinsi Riau kini menempatkan diri sebagai salah satu daerah terdepan dalam pembangunan berbasis hak anak. Momentum ini akan terus dijaga dan diperkuat, demi mewujudkan Riau Layak Anak secara paripurna dan berkesinambungan. Peran – serta kolektif adalah kunci sukses mewujudkannya. (H.Sihombing)