Menyusuri Jalur Tengah, Bupati Ketapang Tinjau Jembatan Benipis Dua dan Serap Aspirasi Warga Pangkalan Teluk

Ketapang, Kalbar – Beritainvestigasi.com. Usai menuntaskan agenda kerja di Kecamatan Simpang Hulu, Bupati Ketapang Alexander Wilyo memilih menempuh rute berbeda saat kembali menuju Ibu Kota Kabupaten. Perjalanan melalui ruas Penjawaan–Pangkalan Teluk–Simpang Tiga Sembelangaan itu bukan sekadar jalur alternatif, melainkan kesempatan untuk melihat langsung kondisi infrastruktur dan menyerap aspirasi masyarakat di Jalur Tengah Ketapang.

Perjalanan tersebut mengantarkan Bupati ke Dusun Teluk Parak, Desa Pangkalan Teluk, lokasi berdirinya Jembatan Benipis Dua yang beberapa waktu lalu sempat menjadi perhatian publik karena kondisinya yang rusak dan dikeluhkan warga di media sosial.

Namun kondisi itu kini telah berubah. Jembatan Benipis Dua kembali fungsional dan dapat dilalui masyarakat dengan aman. Pemulihan akses tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Ketapang dan pihak perusahaan melalui program tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Menurut Bupati Alexander Wilyo, keberhasilan perbaikan jembatan tidak lepas dari respons cepat pemerintah daerah yang segera menyampaikan surat penegasan kepada manajemen PT SMA setelah menerima berbagai keluhan masyarakat.

“Ini membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dapat menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan publik,” ujarnya saat meninjau lokasi.

Tiga Skema Strategis untuk Infrastruktur Berkelanjutan

Meski Jembatan Benipis Dua telah kembali berfungsi, Pemerintah Kabupaten Ketapang menegaskan bahwa langkah tersebut baru sebatas solusi awal. Komitmen pemerintah adalah menghadirkan infrastruktur yang lebih kuat, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Untuk itu, pemerintah daerah tengah menyiapkan tiga skema pembiayaan strategis secara paralel, yakni melalui pengusulan anggaran pada RAPBD Tahun 2027, kerja sama pembangunan bersama TNI, serta pengajuan bantuan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2026.

Selain itu, ruas strategis Sumber Periangan–Tanjung Medan–Sandai juga akan menjadi prioritas pembangunan pada tahun mendatang. Ruas tersebut dinilai memiliki peran penting sebagai jalur penghubung utama masyarakat sekaligus urat nadi perekonomian Jalur Tengah Ketapang.

Peningkatan kualitas jalan dan penguatan infrastruktur jembatan di kawasan tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, distribusi hasil perkebunan, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Menyerap Aspirasi dan Menjaga Kedekatan dengan Warga

Di sela peninjauan infrastruktur, Bupati juga memanfaatkan kesempatan untuk berdialog langsung dengan masyarakat. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa saat dirinya berbincang bersama Kepala Desa, para Kepala Dusun, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

Berbagai aspirasi terkait pembangunan wilayah disampaikan secara terbuka. Mulai dari kebutuhan peningkatan infrastruktur hingga harapan masyarakat terhadap percepatan pembangunan di wilayah pedalaman.

Perjalanan tersebut ditutup dengan makan siang bersama warga dalam suasana sederhana namun penuh keakraban. Bagi Bupati Alexander Wilyo, momen tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan bukan semata soal jalan, jembatan, dan angka-angka proyek.

“Pada akhirnya, seluruh upaya pembangunan bermuara pada satu tujuan, yakni menghadirkan kemudahan, meningkatkan kesejahteraan, dan membawa senyum bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kunjungan lapangan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan yang efektif tidak hanya dilakukan dari balik meja, tetapi juga melalui kehadiran langsung pemerintah di tengah masyarakat untuk mendengar, melihat, dan memastikan setiap kebutuhan warga mendapat perhatian yang layak.(Vr)