Modus, Dugaan Praktik Prostitusi Berkedok SPA di Griya Siantar Mencuat, Publik Meminta Pihak Terkait Jangan Tutup Mata

Simalungun, Sumatera Utara– Beritainvestigasi.com Menjadi sorotan publik, minimnya penindakan yang dilakukan sejumlah pihak terkait terhadap usaha SPA di Jalan Asahan, Komplek Griya Siantar, Kecamatan Siantar yang diduga menyediakan jasa layanan esek-esek. Berdampak menimbulkan image negatif khususnya terhadap institusi TNI yang mana Lokasi yang SPA tersebut berada tepat di samping Markas Korem 022/PT. (29/6)

Saat tim awak media ini melakukan investigasi, seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan saat ditemui tak jauh dari lokasi menyebut tempat tersebut menyediakan layanan pijat plus-plus.

“Disitu ada layanan dengan tarif bervariasi, mulai dari Rp100 ribu untuk pijat biasa, dan ada yang Rp500 ribu untuk paket tertentu,” ungkapnya. Senin, 29 Juni 2026.

Sewaktu awak media ini kemudian menanyakan terkait paket tertentu yang dimaksud, iapun kemudian mengatakan layanan pijat plus-plus

“Pijat plus-plus lah bang, kita berharap pihak terkait jangan tutup matalah” Ujarnya mengatakan

Sumber menambahkan jika di lokasi tersebut terdapat lima usaha SPA. Ia juga mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah seluruh tempat tersebut menyediakan layanan serupa, yang pasti adanya dugaan layanan pijat plus-plus tersebut sangat meresahkan.

Sebelumnya, Kepala kepolisian setempat yakni Kapolsek Gunung Malela, AKP Hengky B. Siahaan saat dikonfirmasi media ini terkait hal tersebut mengatakan akan menindaklanjuti informasi dugaan praktik prostitusi di SPA Griya Siantar terebut.

“ok pak, biar kita cari penyelesaian dengan Forkopinca dengan dasar dokumentasi tersebut” ujarnya, (22/6)

Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama AKP Hengky B Siahaan juga meminta agar vidio dan foto dokumentasi turut disampaikan

“Kirimkan cek ombaknya vidio dan dokumentasi nya,” sebutnya

Hingga berita ini dipublis aktivitas di kawasan SPA Griya Siantar masih tampak berjalan normal. Belum ada terlihat tindakan nyata dari Pemerintah Kabupaten Simalungun dan juga aparat penegak hukum

Minimnya pengawasan dan penindakan dari pihak terkait diyakini menjadi kekuatan bagi para pelaku usaha disektor jasa layanan pijat. bisnis prostitusi berkedok jasa layanan pijat bukanlah hal yang baru, untuk itu menjadi sangat penting untuk dilakukan pengawasan yang ketat. (Red)