
Pagar yang tumbang memiliki tinggi 3 meter dengan panjang 40 meter di sisi kanan, serta 15 meter di sisi kiri. Hal ini menyebabkan air bercampur lumpur berwarna merah membanjiri kebun dan kolam milik Joni. Tanaman ubi, pisang, dan beberapa tanaman lainnya runtuh dan terbawa arus air.
“Kami sangat dirugikan. Air kotor masuk ke kolam dan kebun. Tanaman saya rusak, dan pekerja tidak bisa menggunakan air untuk aktivitas harian,” ujar Joni.
“Kita sudah turun ke lokasi bersama-sama, melihat fakta di lapangan. Ini bukan sekadar bicara tanpa bukti, tetapi memang dampaknya nyata. Tanaman saya rusak dan belum ada tindakan apa pun dari pihak PT JAPFA,” tambahnya dengan nada kesal.
Joni berharap PT JAPFA segera bertanggung jawab atas kejadian ini. Ia merasa bahwa pembangunan perusahaan tersebut telah dua kali merugikan kebunnya, dan meminta tindakan konkret agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
(Tim/A.Ridwan)