
Lampung Selatan, Beritainvestigasi.com. Entah apa jadinya bila fasilitas kesehatan yang setiap harinya didatangi masyarakat untuk berobat maupun rawat inap, memiliki bangunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi.
Ambruknya bangunan dan menimpa warga yang sedang berada di fasilitas kesehatan tersebut bisa saja terjadi bila kualitas bangunan rendah atau dikerjakan asal-asalan.
Hal ini disampaikannya saat Awak Media meminta tanggapannya atas dugaan penggunaan bahan bangunan (besi) yang tidak sama ukurannya (diameter).
Akan tetapi apa yang disampaikannya tersebut berbanding terbalik dengan yang dikatakan Rian yang mengaku sebagai Pengawas bangunan rehabilitasi Puskesmas Poned tersebut.
Diduga, bahan bangunan yang digunakan tidak sesuai spesifikasi. Diantaranya besi. Yang mana semestinya mengunakan besi @16 mm, namun saat disigmat hanya menggunakan besi @14.5.mm. Belum lagi besi lainnya. Pasir cor yang semestinya mengunakan pasir cor khusus namun ditemukan pasir bercampur tanah dan lumpur (pasir cadas). Batu split cor ukuran 1/2 pun bercampur abu batu, sehingga kuat dugaan pihak rekanan ingin ambil untung sebesar-besarnya.
Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).