
Pada kunjungan bertajuk Field Trip Clonal Forestry tersebut, Tim Peneliti UGM didampingi Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Perhutani, Endung Trihartaka, Wakil Kepala Divisi Regional Bidang Kelola Sumber Daya Hutan, Ratmanto, Jajaran PeFi, Kepala Perencanaan Hutan Wilayah II Madiun, Rudi Juniantoro, dan Administratur KPH Ngawi, Tulus Budyadi beserta jajarannya.
Endung menerangkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk media pembelajaran dan menunjukkan hasil uji lapangan beberapa klon jati unggul dengan berbagai model perlakuan pola tanaman dan pemeliharaan/ penjarangan.
Sementara itu, Prof Moh. Naiem menegaskan bahwa Perhutani adalah satu perusahaan yang punya masa depan dan potensi yang gemilang dengan dikembangkannya tanaman JPP. Dengan tanaman jati klon unggul ini diharapkan bisa menghasilkan kurang lebih 330 m3 per Hektar pada umur 20 tahun.
Kegiatan yang diawali dari Petak 7 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Gendingan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Walikukun ini, kemudian dilanjutkan ke Petak 61.a, Petak 53.n, Petak 63 dan diakhiri dengan diskusi di Petak 64.e RPH Sidolaju, BKPH Kedunggalar. (Wes).