Peringatan Harganas di Medan Sumatra Utara Dihadiri Presiden Jokowi

Medan, Sumut1896 Dilihat

Medan, Sumut – Beritainvestigasi.com. Gubernur Sumatra Utara beserta pimpinan daerah kabupaten, kota se-Sumatra Utara menghadiri peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 di Medan.

Peringatan Harganas yang juga dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) berlangsung di Lapangan Merdeka Medan, Kamis (07/07/2022), pukul 10.00 WIB.

Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi dalam sambutannya menargetkan penurunan stunting ke angka 12 persen tahun 2023.

“Saat ini angka prevalensi stunting Sumut masih 24 persen, sama dengan nasional sebesar 24 persen. Dengan target 12 persen tahun depan, berarti Sumut akan menekan angka prevalensi sebesar 12 persen dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun,” dijelaskannya

Sementara itu, Presiden Jokowi mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung upaya penurunan angka kekerdilan (stunting) demi mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Presiden Jokowi menargetkan agar angka kasus stunting di Indonesia dapat turun menjadi 14 persen pada tahun 2024.

“Saya mengajak kepada seluruh kekuatan bangsa untuk bergerak bersama-sama, bekerja bersama-sama, bersinergi bersama-sama untuk menurunkan stunting dan seluruh akar masalahnya dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia, generasi penerus kita yang berkualitas. Betul-betul harus kita siapkan,” tutur Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi meyakini, dengan dukungan seluruh masyarakat, upaya penurunan angka stunting yang dilakukan pemerintah dapat segera tercapai. Salah satunya dimulai dengan menjaga kesehatan lingkungan keluarga.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dan Iriana Jokowi, antara lain Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo dan Wali Kota Medan Bobby Nasution.

Sedangkan Plt Wali Kota Pematangsiantar, dr Susanti Dewayani SpA menyampaikan, Kota Pematangsiantar akan bersinergi dan berkolaborasi dalam menurunkan angka stunting guna menyikapi isu nasional saat ini. Menurutnya, konvergensi stunting di Kota Pematangsiantar dinilai tidak akan sukses jika tidak dibantu oleh lembaga-lembaga lainnya. Informasi tentang indikator stunting seperti pola asuh anak dan remaja, pola makanan bergizi dan sanitasi yang bersih akan ditingkatkan dengan sosialisasi, edukasi, serta program Gebyar Pencegahan Anak Stunting dengan pemberian makanan tambahan.  (Gunawan, S. Info/ Red).

Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).