
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kesiapsiagaan dan keselamatan kerja yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Simulasi bertujuan memastikan seluruh pegawai dan pekerja memahami prosedur serta langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.
Mewakili Manager PLN UP3 Tanjungpinang, Team Leader K3L dan Keamanan UP3 Tanjungpinang, Heru Eka Saputra, S.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari latihan kesiapsiagaan yang dilaksanakan secara berkala untuk meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi keadaan darurat.
“Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap tahun sebagai bagian dari program kerja K3. Tujuannya untuk memastikan seluruh personel memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat, sehingga lebih siap dan terlatih dalam melakukan penyelamatan,” ujar Heru, pada Kamis pagi 24/9/26.
Kelima unsur tersebut terdiri dari Polres Tanjungpinang, BPBD Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tanjungpinang, BASARNAS Tanjungpinang, serta RSUD Kota Tanjungpinang.
Kolaborasi kelima unsur tersebut dilakukan untuk memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat, mulai dari pengamanan, penyelamatan, pemadaman, evakuasi hingga penanganan korban.
Selain melibatkan instansi terkait, kegiatan tahun ini juga diikuti pegawai dari sejumlah unit kerja PLN, termasuk unit dari wilayah kerja yang jauh seperti Natuna. Keterlibatan personel dari berbagai unit diharapkan semakin memperkuat pemahaman dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.
Skenario Puting Beliung hingga Kebakaran
Dalam simulasi tersebut, PLN menyiapkan skenario berjenjang yang menggambarkan kondisi darurat di lingkungan kerja. Skenario diawali dengan angin puting beliung, kemudian berkembang menjadi gangguan keamanan akibat aksi demonstrasi masyarakat.
Situasi semakin meningkat setelah terjadi pelemparan yang menyebabkan kebakaran pada gedung. Tim PLN kemudian melakukan tindakan tanggap darurat dengan mengaktifkan koordinasi bersama lima unsur terkait untuk melakukan pengamanan lokasi, penyelamatan, pemadaman, evakuasi dan penanganan korban.
“Melalui simulasi ini, kita melatih kesiapan personel sekaligus membangun koordinasi dengan instansi terkait. Ketika terjadi kondisi darurat yang sebenarnya, setiap personel diharapkan sudah memahami tugas dan tindakan yang harus dilakukan,” jelasnya.
Menurut Heru, simulasi juga menjadi sarana evaluasi terhadap prosedur evakuasi, komunikasi, koordinasi lintas instansi, kemampuan penanganan korban serta pengamanan aset perusahaan.
Kegiatan tersebut mengusung pesan “Simulasikan Hari Ini, Siap Tanggap Saat Terjadi” sebagai pengingat pentingnya kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat di lingkungan kerja.
Melalui pelaksanaan simulasi secara rutin, PLN UP3 Tanjungpinang terus mendorong terciptanya budaya keselamatan dan kesiapsiagaan, sehingga seluruh personel memahami prosedur keselamatan dan mampu mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi keadaan darurat.
(A.Ridwan)