oleh

Proyek Jalan 2 Milyar Di Candipuro Jadi Sorotan Masyarakat

Lampung Selatan, Lampung – Beritainvestigasi.com. Peningkatan ruas jalan di Desa Bumi Jaya, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, menjadi sorotan masyarakat setempat. Pasalnya, proyek yang menelan biaya Rp 2,1 milyar tersebut terkesan asal jadi.

Poyek dikerjakan oleh PT. Aya Pujian Pratama, saat ini masih tahap pengerjaan. Namun jalan tersebut terlihat bergelombang dan kasar serta tipis. Bahkan di beberapa titik badan jalan mulai terlihat mengelupas.

NH (60) salah satu warga setempat yang kesehariannya melintasi jalan tersebut mengatakan, perbaikan jalan milik Kabupaten itu terkesan asal jadi. Dimana, ia merasa kecewa dengan pihak pelaksana pengerjaan paket proyek jalan tersebut.

” Sepanjang ruas jalan yang baru dikerjakan itu terlihat bergelombang dan kasar, bahkan banyak badan jalan aspalnya terlihat tipis serta mulai terlihat gembur dan mengelupas,” ucapnya.

Ia menduga kualitas aspal tersebut dikerjakan pihak rekanan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dalam kontrak yang telah ditentukan.

Hal serupa diutarakan SM (40), warga lainya. Ia meragukan kualitas jalan dapat bertahan lama.

Dirinya mengaku sangat kecewa pengerjaan jalan tersebut dikerjakan asal-asalan oleh pihak pelaksana kegiatan.

” Masyarakat awam saja bisa menilai jalan tersebut akan cepat rusak. Padahal masyarakat Bumi Jaya berharap jalan itu dikerjakan dengan baik dan bagus, untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan mereka ke pasar,” tuturnya.

” Saya cek dasaran lapennya ambyar kayak gak dikasih cairan aspal. Bagaimana nanti hotmix akan bagus kalo lapennya saja sudah jelek. Kalau kondisinya seperti ini pasti gak lama bakal hancur ini jalan,” imbuhnya.

Data yang berhasil di himpun awak media diketahui, proyek tersebut dikerjakan oleh PT Aya Pujian Pratama, Nomor Kontrak: 02/KTR/DAK-BM.I/APBD/DPUPR-LS/2021 yang bersumber dari dana DAK APBD sebesar Rp,2.122.232.495,67 TA 2021 dan diawasi oleh konsultan pengawas dari CV Trijaya Engeenering.

Pantauan di lokasi, kuat dugaan dalam pengerjaanya dikerjakan asal jadi, dimana sebagian ruas jalan terlihat bergelombang dan aspal terlihat kasar serta tipis bahkan aspal mulai terlihat telah gembur di beberapa titik sepanjang jalan, meski belum lama dikerjakan.

Buruknya kualitas jalan tersebut juga diduga lantaran minimnya pengawasan dari Konsultan Pengawas.

Sayangnya, Adi, PPTK proyek, yang coba dihubungi via aplikasi WhatsApp terkesan acuh dan enggan memberi jawaban.  (Jaya/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed