PT. Hutama Karya (Persero) Bangun Tol JTTS Seksi Bangkinang – Koto Kampar Tahan Gempa

Pekanbaru, Riau688 Dilihat

Pekanbaru, Riau – Beritainvestigasi.com. Pasca Presiden Jokowi meresmikan Operasional Jalan Tol Seksi Pekanbaru Bangkinang (31 Km) pada tanggal 4 Januari 2023 lalu, PT. Hutama Karya /HK (Persero) melanjutkan Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) seksi Bangkinang – Koto Kampar yang menerapkan teknologi tahan gempa. Teknologi itu umumnya disebut Lead Rubber Bearing (LRB).

Hal tersebut disampaikan Direktur Operasi III PT. Hutama Karya (HK), Koentjoro yang menyebutkan bahwa, LRB atau bantalan karet inti timbal yang banyak diterapkan di struktur jembatan karena memiliki kemampuan redaman yang tinggi dengan memanfaatkan karet alam yang melimpah di Indonesia.

“LRB memiliki fungsi yang cukup krusial dalam menjaga keamanan struktur saat terjadi gempa, sehingga ketahanan struktur Jalan Tol lebih terjamin saat menghadapi resiko gempa. Dimana, LRB telah diterapkan di beberapa ruas JTTS, seperti : Tol Binjai – Pangkalan Brandan (Sumut) dan Tol Bangkinang-Koto Kampar (Riau – Sumbar),” ujar Koentjoro, Senin (27/03/2023).

Sebelum LRB diterapkan di Jalan Tol, telah dilakukan uji coba verifikasi standar spesifikasi kondisi dinamik gempa terlebih dahulu untuk membuktikan performa karakteristiknya dengan menggunakan mesin uji terbesar di Asia Tenggara.

Penerapan teknologi LRB, kata Koentjoro, memberikan kualitas terbaik pada struktur Jalan Tol. Sehingga, menambah umur ketahanan kualitas Jalan Tol dan menciptakan Jalan Tol yang aman dan nyaman bagi pengguna yang melintasinya.

“Terlebih saat ini, JTTS sudah semakin panjang dan minat atau kebutuhan Masyarakat untuk melintas semakin meningkat,” ucap Koentjoro.

Koentjoro menjelaskan bahwa, PT. HK sebagai Perusahaan yang diberikan mandat oleh Pemerintah Republik Indonesia (Pusat) untuk membangun dan mengoperasikan hampir seluruh ruas JTTS terus mengembangkan inovasi guna menghasilkan jalan tol yang bermutu dan tahan gempa. PT. HK terlebih dahulu melakukan perencanaan dengan memperhatikan berbagai aspek, agar Jalan Tol yang dibangun memiliki kualitas kuat dan kokoh. Karena, faktor geografis Indonesia berada diantara 3 (tiga) lempeng besar Dunia yang aktif. Dimana, Pulau Sumatera termasuk daerah yang berpotensi terdampak Gempa Bumi diantara Pulau-Pulau lainnya se-Indonesia.

“Untuk diketahui, bahwa progres pembangunan (Konstruksi) ruas Tol Bangkinang – Koto Kampar sudah mencapai 73,6 ℅ dan diprediksi akan beroperasi pada akhir tahun 2023 ini,” sebut Koentjoro (9/2/2023) lalu.

Sementara, PT. HK telah membangun JTTS sepanjang kurang lebih 1.064 Km dengan 465 Km ruas Tol Konstruksi dan 599 Km ruas Tol Operasi.

Berikut data data Ruas Tol yang telah beroperasi, diantaranya : Tol Bakauheni – Terbanggi Besar (141 Km), Tol Terbanggi Besar –  Pematang Panggang – Kayu Agung (189 Km), Tol Palembang – Indralaya (22 Km), Tol Medan – Binjai (17 Km), Tol Pekanbaru- Dumai (132 Km), Tol Sigli Banda Aceh seksi 2,3,dan 4 (37 Km), Tol Binjai – Langsa (12 Km), Tol Bengkulu – Taba Penanjung (18 Km) dan Tol Pekanbaru – Bangkinang (31 Km).