PT REA KALTIM PLANTATIONS Memperkuat Komitmen terhadap Petani Sawit Swadaya dan Masyarakat melalui Program SHINES

Balikpapan, Kaltim- Beritainvestigasi.com PT REA KALTIM PLANTATIONS (REA) terus memperluas komitmennya untuk memberdayakan petani sawit swadaya dan masyarakat setempat melalui kemitraan strategis yang bertujuan meningkatkan mata pencaharian serta mendukung produksi minyak sawit berkelanjutan.

Hari ini, REA meresmikan dua kesepakatan penting dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk Program SmallHolder INclusion for Ethical Sourcing(SHINES), yang disusul dengan MoU lainnya untuk proyek SHINES-Koltiva.

Kedua MoU ini melibatkan lima koperasi di sekitar wilayah operasi REA dan menegaskan komitmen koperasi untuk mendorong pertumbuhan industri sawit yang berkelanjutan dan inklusif.

Memperkuat Inisiatif Pemberdayaan Masyarakat dan Petani Sawit Swadaya

REA telah lama berperan aktif dalam mendukung pengembangan masyarakat sekitar melalui berbagai inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi, memperluas akses, serta mempromosikan praktik perkebunan berkelanjutan.

Beberapa upaya utama yang telah dilakukan oleh REA antara lain: Pelatihan dan Pengembangan Keterampilan Masyarakat: REA menyelenggarakan program pelatihan untuk masyarakat lokal, termasuk pelatihan perbaikan sepeda motor untuk pemuda, pelatihan bagi guru, dan berbagai program pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Program-program ini dirancang untuk membekali individu dengan keterampilan praktis yang dapat meningkatkan mata pencaharian dan menciptakan peluang pendapatan yang berkelanjutan.

Peningkatan Kapasitas Petani Sawit Swadaya: Melalui sosialisasi sertifikasi ISPO dan RSPO, REA membantu petani sawit swadaya memahami dan memenuhi standar sertifikasi berkelanjutan. REA juga memberikan pelatihan tentang praktik perkebunan berkelanjutan dan mendukung program penanaman kembali pohon sawit (replanting), yang memungkinkan petani untuk mempertahankan kesesuaian dengan standar industri.

Beasiswa dan Dukungan Pendidikan: REA menyediakan beasiswa bagi siswa di sekitar desa dengan menyediaan biaya pendidikan bagi anak-didik sehingga meringankan keluarga dan membuka akses terhadap pendidikan berkualitas. REA juga mengadakan sosialisasi beasiswa BPDPKS untuk memastikan generasi muda di sekitar operasi perusahaan mengetahui peluang pendidikan tinggi yang tersedia di industri kelapa sawit.

Inisiatif-inisiatif tersebut mencerminkan komitmen jangka panjang REA untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar serta mempromosikan ketahanan ekonomi. Selain itu, REA juga memperkuat pemberdayaan petani sawit swadaya melalui kerjasama formal sebagai bagian dari upaya yang lebih luas.

Memperkuat Penghidupan Petani Sawit Swadaya melalui SHINES

Salah satu program unggulan dalam strategi pemberdayaan petani sawit swadaya REA adalah Program SmallHolder INclusion for Ethical Sourcing (SHINES), yang diluncurkan pada 10 Oktober 2024. Program ini bertujuan untuk membantu petani sawit swadaya menghadapi tantangan dalam memenuhi persyaratan regulasi dan pasar yang semakin berkembang. Fokus utama SHINES adalah membantu petani sawit swadaya mencapai kepatuhan terhadap Peraturan Deforestasi Uni Eropa (EUDR) dan memperoleh sertifikasi RSPO dan ISPO, dan memastikan mereka tetap menjadi bagian integral dari rantai pasokan minyak sawit berkelanjutan global.

SHINES mengadopsi pendekatan holistik yang mencakup kepatuhan terhadap regulasi, inklusivitas, perlindungan hutan, dan peningkatan mata pencaharian petani sawit swadaya. Sebagai bagian dari implementasi komitmen ini, REA menandatangani MoU dengan lima koperasi: Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera, Koperasi Perkebunan Gotong-Royong, Koperasi Perkebunan Tunas Harapan, Koperasi Perkebunan Bina Wana Sejahtera, dan Koperasi Karya Penoon. Kesepakatan ini mendukung sekitar 600 petani sawit swadaya di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Melalui SHINES, petani sawit swadaya akan memperoleh pelatihan, dukungan teknis, serta akses praktik perkebunan berkelanjutan. Setelah implementasi regulasi EUDR pada akhir tahun ini, petani yang terlibat dalam SHINES akan memperoleh insentif pasar untuk kepatuhan mereka, yang akan memperluas peluang ekonomi mereka.

Perwakilan utama dari REA, Koperasi, Plt Camat Kembang Janggut, dan Plt Kepala Dinas Koperasi dalam acara penandatanganan MoU.

Memperluas Dukungan Melalui Inisiatif Pelatihan dan Jejak Ketertelusuran. Sebagai bagian dari penandatanganan MoU SHINES, REA juga menyepakati kerja sama dengan Koltiva, perusahaan agritech terkemuka yang berfokus pada ketelusuran rantai pasok, guna mendukung implementasi program ini. Melalui kolaborasi ini, Koltiva akan memberikan pelatihan mendalam kepada petani sawit swadaya, termasuk keterampilan pemetaan poligon, penerapan sistem ketertelusuran, adopsi praktik perkebunan berkelanjutan (GAP), serta membantu petani dalam mempersiapkan dokumen yang diperlukan untuk memperoleh Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB).

Inisiatif ini tidak hanya membantu petani dalam memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga meningkatkan produktivitas serta keberlanjutan jangka panjang petani sawit swadaya.

Baris depan, dari kiri ke kanan: Asmuransyah, Erwinsyah K, Thaufiq Zulfian Noor, A. Fattah Ibrahim, Bremen Yong, R. Ravichandar M.R, Suhartono, Sriyanto, Ahmad Zulkarnain, Jamaluddin

Baris belakang, dari kiri ke kanan: Ridwan Hermawan, Ardiansyah, Pitoyo, Tadius, Cawal, Jeky Iskandar, Johansyah, Silferius Sudi, Suimah

Pendekatan Kolaboratif untuk Keberlanjutan

Dalam kegiatan penandatanganan, Bremen Yong, Group Chief Sustainability Officer, menyatakan,

“Komitmen jangka panjang kami terhadap petani sawit swadaya dan masyarakat bukan hanya soal kepatuhan terhadap regulasi. Kami berfokus pada memastikan masa depan petani sawit swadaya dalam industri yang berkembang pesat ini. Dengan memperkuat kerja sama dengan koperasi dan mitra seperti Koltiva, kami menjamin petani sawit swadaya tetap terlibat dalam industri minyak sawit berkelanjutan.”

Taufik, Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar menambahkan, “Kami sangat mendukung upaya PT REA KALTIM PLANTATIONS dalam memajukan koperasi dan petani sawit swadaya.

Mengingat  koperasi dan petani sawit swadaya adalah bagian dari UKM (usaha kecil menengah) yang menjadi target sasaran dari berbagai instansi pemerintah.

Penandatangan kesepahaman ini merupakan bagian dari proses keberlanjutan melalui SHINES program, agar petani sawit swadaya yang berdekatan dengan PT REA KALTIM PLANTATIONS dapat semakin terberdayakan dengan baik, produksinya bisa di kirimkan ke Uni Eropa maupun pasar global lainnya.

Semoga masing-masing pihak dapat menjaga komitmen kesepahaman ini agar tujuannya petani bisa “bersinar”. Pemerintah mendukung dan siap berkolaborasi dengan PT REA KALTIM PLANTATIONS dan Koperasi – Koperasi yang ada. Kami akan menjadikan kegiatan hari ini sebagai contoh bagi perusahaan lainnya.”

Suhartono, Plt Camat Kembang Janggut juga menyatakan, “Kami sangat mendukung apa yang di lakukan oleh PT REA KALTIM PLANTATIONS.

Semoga dengan adanya program ini dapat membantu petani dan koperasi untuk memperoleh skema sertifikasi yang ada di pasar global”.

Dengan penandatanganan MoU ini, Program SHINES secara resmi akan memulai kegiatannya pada awal tahun 2025, mencakup tetapi tidak terbatas pada pemetaan lahan petani swadaya, peningkatan kapasitas, serta pendampingan petani dalam pengurusan dokumen legal untuk proses sertifikasi RSPO dan EUDR.

SHINES akan memantau kemajuan melalui hasil yang terukur, termasuk jumlah petani swadaya yang tersertifikasi, luas hektare hutan yang terlindungi, serta peningkatan insentif pasar bagi minyak sawit berkelanjutan.

Dalam tiga tahun ke depan (2025–2027), program SHINES bertujuan untuk mendukung proses sertifikasi, mendorong praktik GAP (Good Agricultural Practices) yang berkelanjutan, melindungi keanekaragaman hayati, dan menjaga kelestarian hutan lokal. Pada akhirnya, program ini bertujuan untuk mendorong inklusivitas dengan memberdayakan petani swadaya serta memperkuat ketahanan ekonomi di seluruh rantai pasokan kami.

Tentang PT REA KALTIM PLANTATIONS:

PT REA KALTIM PLANTATIONS (REA) adalah produsen terkemuka minyak kelapa sawit yang berkomitmen pada produksi minyak kelapa sawit yang berkelanjutan, dapat dilacak, dan inklusif sejak didirikan pada tahun 1989. Sebagai anak perusahaan dari R.E.A. Holdings plc (“Grup REA”) yang terdaftar di Bursa Efek London, REA beroperasi di Balikpapan dan Kalimantan Timur, Indonesia. Komitmen kami terhadap pembangunan berkelanjutan dalam operasi kami mendorong upaya kami dalam aksi iklim, pelestarian hutan, dan mendukung petani kecil, sambil menghasilkan produk minyak kelapa sawit berkualitas tinggi.

Kami mengelola pabrik minyak kelapa sawit, pabrik penghancur biji kelapa sawit, dan perkebunan kelapa sawit. Kami melestarikan hingga 18.000 hektar hutan dan kawasan lindung. Kami telah menjadi anggota tersertifikasi RSPO sejak 2011 dan memperoleh sertifikat RSPO untuk semua pabrik minyak kelapa sawit kami pada tahun 2023. REA memiliki dua fasilitas penangkapan gas metana yang menghasilkan listrik untuk lebih dari 99% operasinya dan perumahan karyawan, serta memasok listrik ke desa-desa di sekitar operasi grup. Dipandu oleh pedoman keberlanjutan kami, tujuan kami adalah menjaga hutan, meningkatkan keanekaragaman hayati, dan meminimalkan emisi gas rumah kaca untuk memastikan bahwa aktivitas kami berdampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat setempat. Kami berupaya menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi semua pemangku kepentingan dalam rantai pasokan kami melalui kemitraan dan inisiatif lanskap. (Red)

Sumber: REA Kaltim