
Ketapang, Kalbar – Beritainvestigasi.com 14 September 2024. Kuat dugaan rehabilitasi pembangunan Gedung SDN 02 Desa Asam Besar, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang tidak sesuai Spesifikasi.
SDN 02 Asam Besar adalah salah satu sekolah dasar di Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, yang saat ini tengah menjalani proses rehabilitasi.
Pembangunan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus(DAK) di Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang dengan Surat perintah kerja(SPK) nomor: P/280/PPK/DAK/Disdik.D.602/VII/2024.dengan biaya pelaksanaan Rp.904.000.000,00. Dilaksanakan CV.Lamtoro Ketapang.
Rehabilitasi ini dilakukan sebagai respons terhadap kondisi bangunan sekolah yang sudah tidak layak dan memerlukan perbaikan guna meningkatkan kenyamanan serta keamanan bagi siswa dan guru.
Meski proyek pembangunan dengan anggaran cukup besar telah dilaksanakan, beberapa masalah masih ditemukan. Salah satunya adalah keluhan mengenai atap bangunan yang masih bocor.
Beberapa warga sekitar mengeluhkan bahwa meskipun anggaran yang dialokasikan untuk proyek tersebut terbilang cukup besar, kualitas pekerjaan masih dipertanyakan. Kebocoran atap ini menimbulkan pertanyaan mengenai apakah pekerja dan material yang digunakan sudah benar-benar sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Menurut sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, ada dugaan bahwa perencanaan dan pengawasan pekerjaan ini kurang maksimal.
” Menurut hemat kami pembangunan ini tidak maksimal, dugaan kami material yang digunakan tidak sesuai standar, dan ini sangat tidak memuaskan, “ujar Sumber Sabtu(14/09/2024).
Oleh karena itu, masyarakat berharap pihak berwenang segera meninjau ulang proyek tersebut agar masalah ini tidak berlarut-larut.
Pengawas lapangan dari CV LAMTORO KETAPANG saat dikonfirmasi terkait bocornya salah satu lokal kelas, memaparkan bahwa sampai saat ini pihak dari Dinas tidak mempersalahkan kebocoran itu.
“Kami akan berusaha untuk memperbaikinya, “ujar salah satu pengawas lapangan.
Sementara itu, Dr Ucup Supriatna, S. Pd.,M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang, saat dikonfirmasi dan dimintai tanggapan atas persoalan tersebut melalui sambungan WhatsApp, hingga berita ini sampai ke meja Redaksi dan diterbitkan tidak ada jawaban.
Pewarta:EM/An/Red.
Sumber: Warga