
Para anggota yang hadir meradang karena hak mereka untuk mengetahui transparansi aliran dana, termasuk nominal pasti uang masuk dari pihak perusahaan mitra ke rekening koperasi, seolah ditutupi oleh pihak pengurus.
Kejanggalan Undangan dan Manipulasi Kuorum
Aroma kejanggalan sudah tercium sejak awal. Dari total 1.441 anggota resmi Koperasi Pelang Sejahtera, pengurus diketahui hanya menyebar undangan untuk 448 orang yang KTA aktif.
Logika kuorum semakin dipertanyakan setelah dari 448 KTA aktif undangan tersebut, hanya sekitar 204 orang yang hadir.
Mirisnya, demi memenuhi kuorum dan menyiasati sepinya kehadiran, pengurus diduga sengaja meminta para anggota membawa suami atau istri mereka agar kursi rapat terlihat penuh.
“Kami benar-benar kecewa. Ini RAT, tapi pengurus sama sekali tidak membawa rincian anggaran tahun 2021, 2022, dan 2023. Ada apa ini? Kenapa dari seribu lebih anggota, cuma 400 lebih yang diundang? Jelas kami curiga ada yang tidak beres dan sengaja disembunyikan,” ujar salah satu anggota dengan nada geram.
Rapat Ditunda Akibat Desakan Anggota
Akibat desakan yang kian memanas dan ketiadaan transparansi, pengurus Koperasi Pelang Sejahtera akhirnya mengambil langkah mundur. Mereka memutuskan untuk menunda RAT selama 7 hingga 10 hari ke depan dengan alasan ingin melakukan rapat internal pengurus terlebih dahulu.
Namun, keputusan penundaan ini tidak meredakan ketegangan. Anggota menegaskan akan terus mengawal kasus ini, terutama terkait dugaan penggelapan dana yang kini kian menguat akibat sikap defensif pengurus.
Kasus Dugaan penggelapan sedang dalam penyidikan Satreskrim Polres Ketapang, dan Penyidik akan memanggil kembali pengurus untuk dimintai keterangan tambahan. (Tim/Red)
Part: 19
Bersambung…