
Apalagi pada saat ini ditengah pendemi Covid-19, dimasa New Normal warga Kampung Pelangi Panglong menyimpan pengalaman pahit dan menyedihkan yang harus ungsi ketempat lain.
Dari keterangan CR (35) salah satu warga yang rumahnya ambruk mengatakan,” Untuk saat ini saya mengungsi ketempat lain, yang mana rumah yang ditempatinya di Kampung Pelangi Panglong ambruk dan sama sekali tidak bisa ditempati lagi.
Disini saya berharap kepada Pemerintah Daerah agar dapat membantu apa yang sedang kami rasakan.
Disamping itu juga ARF (60) tahun juga mengatakan,” Emang sampai saat ini saya masih tinggal di rumah Kampung Pelangi Panglong namun kewatiran saya terhadap bangunan tersebut sangat cemas takut bangunan rumah sebelah ataupun yang lain roboh dan terkena rumah kami dan pasti akan berakibat fatal ucapnya.
Masih keluhan warga Kampung Pelangi Panglong Juer (30) tahun juga mengutarakan,” Saye pernah menghubungi pihak Desa terkait permasalahan rumah warga yang ambruk, dan kata pihak Desa masalah ini sudah disampaikan kepada Dinas Sosial, namun sampai saat berita ini diterbitkan tidak ada kepastianya, bahkan tidak melakukan peninjauan langsung.
Apa mesti menunggu ada korban baru pihak terkait baru turun tutur Juer Kesal.
Saat awak media ini mengkonfirmasi kepada Kepala Desa Berakit M.Adnan megatakan,” kami tetap terus berusaha mencari solusi dan mencari jalan keluarnya agar pemungkiman warga kampung pelangi dapat di benahi kembali dan tetap tertata rapi kembali, apa lagi ada beberapa rumah warga yang rusak, apa lagi pemukiman warga itu di bangun di atas bibir pantai. ungkapnya.
( Wira )