oleh

Saling Lempar Tanggung Jawab Pekerjaan Lapen di Desa Budi Lestari

Lampung Selatan – Beritainvestigasi.com. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Budi Lestari, Eko Prasetyo, berkelit mengetahui pembelanjaan bahan-bahan untuk pekerjaan pembangunan Lapen dengan volume lebar 3 meter x panjang 511 meter.

Bahkan, Eko menyarankan awak media yang menemuinya di Balai Desa Budi Lestari, Selasa siang (09/11/2021) untuk meminta penjelasan terkait pekerjaan pembangunan Lapen yang bersumber dari dana desa sebesar Rp. 110.906.000 tersebut, kepada TPK, Sumarno.

” Saya Plt, hanya penanggung jawab anggaran. Terkait berapa dan apa saja yang dibelanjakan untuk pekerjaan pembangunan Lapen tersebut, silahkan menghubungi TPK, Sumarno,” ucap Eko.

Anehnya, saat awak media hendak menemui Sumarno, ternyata Sumarno telah mengundurkan diri dari Perangkat Desa (Kaur). Hanya alamat dan nomor telpon Sumarno yang diperoleh dari Eko. Namun, saat ddatangi ke kediaman Sumarno, tidak berada di rumah. Nomor telepon yang diberikan oleh Eko pun diduga bukan milik Sumarno.

Sekretaris LSM Pembinaan Rakyat Lampung (PRL), Sukardi, S.H, yang turut melihat hasil pekerjaan pembangunan Lapen di lokasi Lestari 2 – M. Asri 1, Desa Budi Lestari, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, menilai secara teknis pekerjaan tersebut tidak maksimal.

Sebab, bila mengacu kepada teknis pembangunan berstandar SNI, jalan Lapen harus memiliki ketebalan 5 cm dari Underlag, sementara hasil pantauan secara kasat mata, baru dasar atau batu underlag masih banyak yg terlihat dari permukaan jalan.

Kemudian, penyiraman aspal (cotting) yang seharusnya tiga kali tingkatan, tapi didapat keterangan dari warga sekitar pihak pekerja hanya menyiramkan aspal satu kali.

“Jadi secara kasat mata, pekerjaan pembangunan Lapen tersebut diduga ada pengurangan volume material yang meliputi pengurangan batu split, pasir dan pengurangan jumlah aspal,” tutur Sukardi, Selasa (09/11/2021).

” Sangat aneh dan terasa janggal bila Plt. Kades Budi Lestari tidak mengetahui jumlah dan item yang dibelanjakan. Bagaimana pertanggungjawabannya kepada Kades terpilih terkait dana desa yang telah terpakai untuk pembangunan Lapen tersebut?’ tanya Sukardi.

Tambah Sukardi, hal yang sama akan dikatakan Sumarno bila ditanya terkait berapa dan apa saja item yang dibelanjakan untuk Lapen tersebut, saya tidak tau, silahkan tanya Pak Eko sebagai Penanggungjawab.

” Akan terjadi lempar tanggungjawab. Disini dapat diduga pekerjaan tersebut tidak maksimal, ada pengurangan volume,” ucap Sukardi.

Sukardi juga mengharapkan Camat Tanjung Bintang, sebagai Pengawas dan Pembina untuk turun ke lokasi pembangunan Lapen tersebut. Begitu juga dengan Kepala Desa Budi Lestari yang baru dilantik pada tanggal 9 November 2021 kemarin, untuk tidak menerima hasil pertanggungjawaban penggunaan dana desa untuk pekerjaan pembangunan Lapen tersebut yang diduga belum maksimal.  (Wesly)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed