
Kukar,Kaltim– Berita Investigasi.Com Jalan Poros Desa Loleng, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kaltim ramai di sorot warga, bagaimana tidak pasalnya jalan satu arus tersebut adalah akses jalan yang menghubungkan Tenggarong- Tabang, terlihat saat ini kondisinya sangat rusak parah.
Sebagai bentuk protes warga setempat dan pengendara, ditengah jalan terlihat ditanami sawit dan pohon pisang, alasannya warga menilai pemerintah lamban dan tidak prihatin terhadap kondisi jalan raya di Desa Loleng yang notabenenya rusak parah selama bertahun-tahun
Menurut penyampaian warga sekitar, Ada sekitar 28 titik kerusakan parah sepanjang jalan Poros loleng, hal ini pula yang membuat warga menjadi geram, karena imbasnya tidak terhenti sebatas ketidaknyamanan berkendara saja, dijelaskannya bahwa kecelakaan lalu lintas kerap terjadi didesa loleng, Hal tersebut dipicu oleh jalan sempit dan berlobang.
Seorang pengendara sekaligus warga Desa Loleng, Miri (53) menjelaskan bahwa sawit dan pohon pisang yang ada ditengah jalan adalah bentuk protes warga Loleng karna jalan didesa mereka tak kunjung diperbaiki maka hal tersebut dilakukan dengan harapan sampai dan mendapat perhatian dari Pemerintah Kukar
“Sawit kan puhun pisang lah ada 3 hari lalu warga beramai ramai menanamnya jalan nii mahari delam hampar litut kami mahah mbai, ki jelaan loleng terlalu benyak manelan korban, kami nongkai digerak’i hide tangah malam karna Oto hide amlas ada ya minta tarek, ada ye minta bantu nyongkel tanah
Nede dekit-dekit jalan rusak, yah kami mohon pada pemerintah hilir dibaiki hak sihan warga,
Sawit dan pohon pisang ditanami warga 3 hari yang lalu jalanya kemarin dalam sampai lutut,tapi sudah diperbaiki warga selama ini jalan loleng sudah banyak menelan korban, kami sering dibangunin tengah malam oleh pengendara untuk dimintai bantuan karna mobilnya amblas, yah kami mohon kepada pemerintah Kukar agar jalannya diperbaiki jelas Miri kepada awak media ini menyapaikan keluhannya menggunakan bahasa setempat, (Bahasa Kutai) yang kemudian diartikan dalam bahasa Indonesia, Minggu (30/10/2020). (Hos)
Editor, Gunawan, S