
Simalungun, Sumatera Utara- Beritainvestigasi.com Dugaan praktik perdagangan getah karet hasil pencurian di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, kembali mencuat. Jaringan penampung terstruktur diduga memasok getah dari berbagai wilayah ke pabrik PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate (BSRE).
Disebut telah berlangsung sejak lama, dugaan aktifitas pencurian getah itu informasinya mempekerjakan sejumlah penampung yang tersebar dibeberapa titik lokasi dibawah wilayah Kecamatan Tapian Dolok dan juga Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Hal tersebut berdasarkan keterangan yang dihimpun dari sejumlah narasumber yang identitasnya dirahasiakan atas alasan keamanan.
Sumber menyebut getah yang diduga hasil curian itu disebut masuk melalui jalur Delivery Order (DO) milik pihak tertentu. Volume pasokannya pun mencapai ratusan ton per hari, dengan perputaran uang ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah per bulan.
“Getah curian itu masuk ke Bridgestone melalui Delivery Order (DO), jumlahnya mencapai ratusan ton perhari, y kalau dirupiahkanemcapai ratusan jutalah perhari, dan milyaran perbulan,” ungkap sumber
Mencuat salah satu nama berinisial RZL yang disebut-sebut sebagai pihak yang mengendalikan jaringan penampungan tersebut.
Hal tersebut disampaikan salah seorang warga lainnya yang mengaku karyawan PT Bridgestone saat ditemui di sekitar kampung Bahapal.
Sumber juga bahkan mengaitkan aktifitas penampungan getah dalam jumlah besar dengan salah satu bangunan yang terletak di kampung Bahapal, Kecamatan Dolok Batunanggar yang disebut sebagai sebagai gudang penampungan milik RZL.
Tak hanya satu, Sumber ini juga menyebut sejumlah inisial lain turut disebut narasumber sebagai pihak yang diduga berkaitan dengan jaringan yang sama.
” Bukan cuma RZL aja, ada juga BDL, GP, IRL, HND, BRS, NZR, AMG, dan ADR juga pemain getah bang” Sebutnya
Luas areal PT BSRE di Simalungun yang mencapai sekitar 11 ribu hektare diduga menjadi salah satu faktor sulitnya pengawasan.
Persoalan lain yang disampaikan narasumber adalah dugaan keterkaitan sebagian pelaku pencurian getah dengan penyalahgunaan narkoba.
Ia bahkan menyebut adanya dugaan transaksi narkoba bernilai besar di kawasan tersebut.
Salah satu sumber bahkan dengan sangat yakin memperkirakan sekitar 70 persen pelaku pencurian getah merupakan pengguna narkoba. Namun, persentase tersebut belum didukung data resmi ataupun hasil pemeriksaan aparat berwenang.
Atas informasi tersebut dianggap penting agar Polres Simalungun, Polda Sumatera Utara, serta instansi terkait diharapkan melakukan penelusuran secara objektif dan transparan atas informasi ini. Termasuk bilamana ada hubungannya terhadap keterkaitan pihak aparat yang melindungi
Kapolres Simalungun AKBP DR Hendri Nupia Dinka Barus, S.H., S.I.K., M.M., saat dikonfirmasi perihal tersebut mengatakan akan mengarahkan Unit Reskrim dan juga Polsek utk melakukan pengecekan.
” Terima kasih infonya, sy arahkan Reskrim dan Polsek utk cek kebenarannya pak termasuk info narkobanya.” Ujar Kapolres
Sementara pihak manajemen PT BSRE dan pihak-pihak yang turut disebutkan narasumber dalam narasi pemberitaan ini juga masi berupaya untuk ditemui guna dimintai keterangannya
CATATAN REDAKSI
Seluruh informasi mengenai dugaan jaringan penampungan, aliran getah, keterlibatan pihak tertentu, dan dugaan peredaran narkoba dalam pemberitaan ini masih memerlukan pembuktian lebih lanjut. Berita ini disusun berdasarkan keterangan narasumber dan bukan merupakan vonis atau bermaksud menyudutkan salah satu pihak atau bahkan menuduh bahwa pihak-pihak yang disebutkan telah melakukan tindak pidana
Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi PT BSRE, pihak-pihak yang disebut, serta aparat penegak hukum untuk menyampaikan klarifikasi, tanggapan, dan hak jawab sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (Tim)